Foto: malam Penghargaan Seniman dan Budayawan Kulonprogo 2025, Jumat (12/12).
Kulonprogo, opinijogja – Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayan) Kabupaten Kulonprogo menggelar Malam Penghargaan Seniman dan Budayawan Kulonprogo Tahun 2025. Agenda tahunan ini terselenggara menggunakan anggaran Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tak hanya penyerahan penghargaan, rangkaian acara juga dimeriahkan hiburan rakyat berupa pemutaran film layar tancap yang menyedot perhatian masyarakat.
Mengawali sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Joko Mursito melantunkan sebuah tembang Jawa yang menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental. Dalam pidatonya, ia menuturkan bahwa proses pemilihan nominasi penerima penghargaan tahun ini telah melalui tahapan penjaringan dan penilaian dengan baik.

“Penghargaan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian kita terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya. Hal ini sesuai amanah Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan, khususnya Bab VIII Pasal 31 ayat 1, bahwa pemerintah daerah dapat memberikan penghargaan kepada setiap orang yang berjasa dan/atau berprestasi luar biasa dalam pengembangan kebudayaan,” ujarnya.
Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melalui Dinas Kebudayaan menetapkan lima penerima penghargaan dengan lima kategori berbeda:
1. Kategori Organisasi Budaya:
Kelompok Pengelola Museum Pakuwon, Sidorejo, Lendah.
2. Kategori Tokoh Kreator:
Joko Kuncoro, seniman musik sekaligus pengrajin biola dan ukiran topeng kayu.
3. Kategori Tokoh Pelestari Warisan Budaya dan Cagar Budaya:
Ir. Muhjazari, aktivis Masjid Sunan Kalijaga yang merupakan Kagungan Dalem Kasultanan Yogyakarta.
4. Kategori Penggiat Budaya Tradisi:
Murtinah, seorang dukun bayi yang mempertahankan tradisi ritual adat Jawa—neloni, nglimani, dan mitoni.
5. Kategori Tokoh Penggiat Seni:
Turdi, perintis kesenian di Kapanewon Kalibawang.
Joko Mursito menyebut bahwa para penerima penghargaan tersebut telah memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian dan kemajuan kebudayaan di Kulonprogo.
“Semoga penghargaan ini dapat menjadi pemicu dan penyemangat bagi para seniman dan budayawan untuk terus berkarya demi ketahanan dan kemajuan budaya kita,” tutupnya (Ip/opinijogja)







