Gunungkidul Night Specta 2026 Bidik Rekor MURI dan Dongkrak Wisata, Jadi Etalase Gunung Sewu Geopark

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Foto: Sekretaris Dinas Pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo.

 

GUNUNGKIDUL, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) terus mematangkan berbagai persiapan penyelenggaraan Gunungkidul Night Specta (GNS) 2026 yang akan berlangsung pada 10–11 Juli 2026 di kawasan wisata Embung Nglanggeran, Kapanewon Patuk.

Event tahunan yang telah masuk dalam Calendar of Events Kabupaten Gunungkidul tersebut menjadi salah satu agenda unggulan promosi pariwisata daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat posisi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark menjelang revalidasi UNESCO pada tahun 2027.

Sekretaris Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan persiapan penyelenggaraan GNS 2026 saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Berbagai aspek teknis maupun nonteknis terus dimatangkan, mulai dari kesiapan lokasi, penataan area pertunjukan, pengaturan lalu lintas, fasilitas parkir, kebersihan, keamanan, hingga kesiapsiagaan layanan kesehatan dan kebencanaan.

“Gunungkidul Night Specta bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi media promosi geopark, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu seluruh persiapan dilakukan secara matang agar pelaksanaan event berjalan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” ujar Eko saat dikonfirmasi opinijogja.id, Rabu (17/06/2026) malam.

Pada penyelenggaraan tahun ini, GNS akan menghadirkan sejumlah agenda spesial yang diproyeksikan menjadi magnet wisatawan. Salah satu yang paling menarik adalah upaya pemecahan Rekor MURI melalui senam massal dan Tarian Pentul Tembem yang akan melibatkan sekitar 1.500 peserta di kawasan Jembatan Kedung Kandhang.

Baca Juga:  Menjaga Gerak Sakral: Tiga Genre Tari Tradisi Bali yang Diakui UNESCO

Selain itu, pengunjung juga akan disuguhi Festival Cokelat, Workshop dan Ngobrol Bareng Geopark, pameran UMKM dan geoproduk, peresmian Parkir Nglanggeran dan Taman Kedung Kandhang, lomba fotografi, serta pentas musik yang menampilkan berbagai kreativitas dan potensi lokal masyarakat Gunungkidul.

GNS 2026 mengusung perpaduan antara pertunjukan seni budaya, atraksi cahaya, kreativitas masyarakat, dan promosi destinasi wisata berbasis alam. Embung Nglanggeran dipilih sebagai lokasi utama karena merupakan salah satu geosite unggulan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark yang memiliki panorama alam khas kawasan karst dan telah dikenal luas sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Penyelenggaraan event ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat citra Gunungkidul sebagai destinasi wisata alam dan budaya unggulan Indonesia, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor jasa pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan Gunungkidul Night Specta 2026 sebagai momentum memperkenalkan pesona Gunungkidul kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Gunungkidul Night Specta 2026 menjadi panggung kolaborasi yang mempertemukan keindahan alam, budaya, kreativitas, dan semangat masyarakat dalam satu perhelatan spektakuler di Embung Nglanggeran. Mari bersama menyambut dan menyukseskannya.”

Gunungkidul, Vibes of Paradise.

(Ip/opinijogja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Yogyakarta Beri Rapor Merah Pemerintahan Prabowo-Gibran, Desak Evaluasi Kebijakan hingga Serukan Mundur
ISRI Yogyakarta: Indonesia Tidak Sedang Baik-Baik Saja, Pajak Naik dan Daya Beli Rakyat Melemah
Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa
Temui Menpora, Bupati Sleman Dapat Lampu Hijau Revitalisasi Stadion Tridadi
Hari Keamanan Pangan Dunia 2026, DIY Terima Hibah Mobil Laboratorium Keliling dari Bapanas
Stok Beras Melimpah, BULOG DIY Pastikan Harga Beras dan Minyakita Tetap Terkendali
Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun
Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:12 WIB

Gunungkidul Night Specta 2026 Bidik Rekor MURI dan Dongkrak Wisata, Jadi Etalase Gunung Sewu Geopark

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:13 WIB

Mahasiswa Yogyakarta Beri Rapor Merah Pemerintahan Prabowo-Gibran, Desak Evaluasi Kebijakan hingga Serukan Mundur

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:20 WIB

ISRI Yogyakarta: Indonesia Tidak Sedang Baik-Baik Saja, Pajak Naik dan Daya Beli Rakyat Melemah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:00 WIB

Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:51 WIB

Temui Menpora, Bupati Sleman Dapat Lampu Hijau Revitalisasi Stadion Tridadi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page