Harlah Pancasila 2026, PDIP Kota Yogyakarta Desak Pemerintah Terapkan Kebijakan Pro Rakyat

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (01/06/2026).

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi momentum bagi DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta untuk menegaskan komitmennya dalam mendorong kebijakan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan oleh Soekarno harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, serta berbagai persoalan sosial seperti stunting, pendidikan, dan kejahatan jalanan yang melibatkan anak usia sekolah.

“Momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang dirumuskan Bung Karno wajib diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Kami mendorong percepatan penanganan stunting, alokasi anggaran hingga Rp120 juta untuk setiap kalurahan, serta memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Eko Suwanto, Senin (1/6/2026).

Ia juga meminta pemerintah pusat untuk lebih serius menerapkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil melalui penganggaran yang berkeadilan dan berbasis otonomi daerah.

“Kami berharap pemerintah pusat benar-benar mempraktikkan Pancasila melalui pro poor policies dan pro poor budgeting. Jangan justru memperkuat resentralisasi fiskal seperti yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Pemangkasan anggaran terbukti berdampak pada perlambatan perekonomian di daerah dan perlu segera dievaluasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Bulog Dorong Literasi Pangan, Siswa SMA N 2 Playen Eduwisata ke Gudang Logandeng

Pernyataan tersebut disampaikan Eko saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah melalui penyediaan lapangan kerja, penanganan stunting, peningkatan layanan pendidikan, penyelesaian persoalan sampah, hingga penataan sektor perparkiran.

Eko yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY menilai kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan cukup berat akibat berkurangnya kemampuan anggaran daerah. Karena itu, menurutnya, diperlukan keberpihakan kebijakan yang lebih kuat terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Mengutip pidato lahirnya Pancasila yang disampaikan Bung Karno pada 1 Juni 1945, Eko menegaskan pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Gotong royong adalah kerja bersama untuk kepentingan bersama. Semangat inilah yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam penyelenggaraan pemerintahan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peristiwa 27 Juli 1996: Sejarah Kudatuli yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia
PKS DIY Gelar Kemah Bela Negara di Lereng Merapi, Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Kader
Konflik Internal PPP Bantul Memanas, Forkom PAC Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Desak DPP Turun Tangan
Sleman Jaring Atlet Tenis Meja Potensial untuk Porda DIY Lewat Kejurkab 2026
Haul Bung Karno ke-56, Arus Bawah PDI Perjuangan Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Ratusan Warga Yogyakarta
Pakar Hukum: Indonesia Emas 2045 Bisa Berubah Jadi Indonesia yang Kehilangan Arah
Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa
Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Gelar Sinau Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Berbasis Keluarga untuk Cegah Kejahatan Jalanan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:49 WIB

Peristiwa 27 Juli 1996: Sejarah Kudatuli yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:11 WIB

PKS DIY Gelar Kemah Bela Negara di Lereng Merapi, Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Kader

Senin, 29 Juni 2026 - 15:26 WIB

Konflik Internal PPP Bantul Memanas, Forkom PAC Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Desak DPP Turun Tangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:04 WIB

Sleman Jaring Atlet Tenis Meja Potensial untuk Porda DIY Lewat Kejurkab 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:25 WIB

Haul Bung Karno ke-56, Arus Bawah PDI Perjuangan Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Ratusan Warga Yogyakarta

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page