Foto: Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyampaikan tausiyah dalam acara Syawalan Tokoh DPW PKS DIY di Yogyakarta, Sabtu (11/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan organisasi masyarakat Islam sebagai pilar kebangsaan sejak awal kemerdekaan.
YOGYAKARTA, opinijogja – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menegaskan bahwa sinergi antara partai politik (parpol) dan organisasi masyarakat (ormas) Islam merupakan warisan penting sejak masa awal kemerdekaan Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Syawalan yang digelar DPW PKS DIY pada Sabtu (11/4/2026) di Yogyakarta.
Menurut Hidayat, kolaborasi antara kekuatan politik dan sosial-keagamaan telah terbukti menjadi fondasi dalam perumusan dasar negara.
“Sejak awal kemerdekaan, dalam Panitia Sembilan yang merumuskan Pancasila, terdapat tokoh-tokoh Islam dari parpol dan ormas yang bekerja bersama. Ini menunjukkan bahwa sinergi tersebut adalah pilar bangsa,” ujarnya.
Ia mencontohkan tokoh-tokoh seperti Agus Salim dan Abikusno Tjokrosoejoso dari unsur partai politik, serta Wahid Hasyim dan Abdul Kahar Muzakir dari kalangan ormas Islam.
Sementara itu, Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno, menekankan pentingnya pembagian peran antara parpol dan ormas dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, ormas memiliki ruang lebih luas untuk bergerak dalam dakwah di tengah masyarakat, sementara partai politik berperan dalam mendorong kebijakan dan advokasi di tingkat pemerintahan.
“PKS siap menjadi payung kebijakan untuk memastikan kepentingan umat dan ormas terakomodasi,” kata Budi.
Kegiatan Syawalan tersebut mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Menggerakkan Kebersamaan Umat” dan dihadiri sejumlah pimpinan ormas Islam di DIY, seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, serta Forum Ukhuwah Islamiyah.
Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara parpol dan ormas Islam dalam mendorong kemaslahatan umat, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(Ip/opinijogja)















