Foto: Arus Bawah PDIP Yogyakarta usai audiensi dengan Dishub DIY, Selasa (24/2/2026), menyatakan dukungan terhadap kebijakan pedestrian di Jalan Malioboro dan mengusulkan kantong parkir berbasis kampung.
YOGYAKARTA, opinijogja — Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyatakan dukungan terhadap penguatan kebijakan pedestrian di kawasan Jalan Malioboro. Sikap itu disampaikan seusai audiensi dengan Dinas Perhubungan DIY pada Selasa (24/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Arus Bawah menilai pedestrianisasi Malioboro sebagai langkah strategis memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya dan wisata yang ramah pejalan kaki. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan konsep walkable city yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan.
Meski mendukung, mereka mengusulkan solusi berupa pengembangan kantong parkir berbasis kampung sebagai penyangga kawasan Malioboro. Dua lokasi yang diusulkan yakni lahan kosong di Kampung Pajeksan dan Kampung Jogonegaran, Kemantren Gedongtengen. Skema tersebut diharapkan dapat mengurai persoalan parkir sekaligus memberdayakan ekonomi warga setempat.
Arus Bawah juga menyoroti nasib pekerja parkir dan pelaku UMKM eks Taman Parkir ABA yang saat ini direlokasi sementara di lahan Cafe Menara. Mereka meminta Pemerintah Kota Yogyakarta segera menyiapkan solusi permanen agar tidak menimbulkan ketidakpastian ekonomi bagi warga terdampak.
Menurut Arus Bawah, pedestrianisasi merupakan langkah maju, namun pelaksanaannya harus tetap inklusif dan berkeadilan sosial agar tidak mengorbankan kelompok rentan di sekitar kawasan Malioboro.
(Ip/opinijogja)















