Foto: Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Heryadi (Titiek Soeharto), memimpin langsung kunjungan kerja monitoring dan evaluasi di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta.
Kulon Progo, opinijogja – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aris Eko Nugroho, menyambut baik kunjungan Komisi IV DPR RI yang melakukan monitoring dan evaluasi ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates bersama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Menurut Aris Eko, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah bersama DPR RI dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor peternakan. Monitoring dan evaluasi secara langsung dinilai penting untuk memastikan fungsi pengawasan dan pencegahan penyakit hewan berjalan optimal.
“Kami menyambut baik perhatian Komisi IV DPR RI yang mengunjungi, memonitoring, dan mengevaluasi BBVet Wates bersama Dirjen Peternakan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR RI dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya sektor peternakan,” ujar Aris Eko, dalam keterangannya.
Ia menambahkan, upaya pengawasan yang dilakukan diharapkan mampu meminimalkan penyebaran penyakit hewan lintas provinsi, yang berpotensi mengganggu produksi dan distribusi ternak. Peran balai veteriner dinilai strategis dalam mendeteksi, mencegah, serta menangani penyakit hewan secara dini.
Aris Eko juga mengimbau para peternak agar segera mengobati ternak yang sakit dan memastikan ternak yang sehat mendapatkan vaksinasi sesuai ketentuan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat.
“Kami mengajak para peternak untuk aktif melaporkan kondisi ternaknya. Ternak yang sakit harus segera diobati, sementara ternak yang sehat diharapkan divaksinasi agar daya tahan terhadap penyakit semakin baik,” kata dia.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga teknis dalam menjaga kesehatan hewan dan ketahanan pangan nasional.
(Ip/opinijogja)










