Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

PAD Pariwisata Gunungkidul Menurun saat Nataru, Dispar Perketat Optimalisasi Retribusi

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Eko Nur Cahyo, opinijogja (06/01/2026).

 

Gunungkidul, opinijogja – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul menurun selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Realisasi pendapatan hanya mencapai sekitar 90 persen dari target, berbanding terbalik dengan capaian Nataru tahun sebelumnya yang justru melampaui target hingga hampir Rp3 miliar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, SIP, M.Si., mengatakan penurunan capaian tersebut sejalan dengan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada Nataru 2024, arus wisatawan tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

“Target PAD pariwisata tahun lalu sebesar Rp30 miliar, sementara tahun ini dinaikkan menjadi Rp33 miliar. Namun realisasi Nataru tahun ini belum bisa menyamai capaian sebelumnya,” kata Eko saat dikonfirmasi opinijogja, Selasa, 6 Januari 2026.

Menurut Eko, cuaca ekstrem menjadi faktor dominan yang menghambat aktivitas wisata selama masa libur akhir tahun. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi hampir sepanjang periode Nataru dan sempat memicu banjir di sejumlah akses jalan menuju kawasan pantai.

Baca Juga:  Awal 2026, Pariwisata Indonesia Raih Sederet Penghargaan Internasional

Selain cuaca, kebijakan larangan wisata dari Gubernur Jawa Barat turut memengaruhi arus kunjungan. Selama ini, wisatawan asal Jawa Barat merupakan salah satu penyumbang utama kunjungan wisata ke Gunungkidul.

Untuk mengejar peningkatan PAD pada periode berikutnya, Dinas Pariwisata Gunungkidul mendorong pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata agar lebih aktif menyelenggarakan event mandiri yang mampu menarik wisatawan. Dinas Pariwisata juga menyiapkan kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan untuk menggelar agenda wisata pada momentum libur Lebaran 2026.

Di sisi lain, optimalisasi pemungutan retribusi menjadi fokus sejak awal tahun. Monitoring dan pengawasan akan diperketat, termasuk melalui pergantian petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan PAD sektor pariwisata.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungan Wisatawan Kulon Progo Naik Saat Libur Lebaran 2026, H+1 Melonjak 39 Persen
Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Wakapolres Terjun Langsung Atur Lalin di Pos Baron
Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Sehari Tembus 25 Ribu Pengunjung
Dinas Pariwisata Kulon Progo Beri “THR” Hiburan Rakyat di Laguna Glagah
PHRI Gunungkidul Gelar PHRI Berbagi, Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama di Dua Panti Asuhan
Jelang Lebaran 2026, 1.525 Jeep Wisata Lereng Merapi Siap Layani Wisatawan
Wisata Jeep dan Buggy UTV di Watu Gede Adventure Merapi Cangkringan, Jelajah Sungai hingga Persawahan Lereng Merapi
Goa Tanding Siap Sambut Libur Lebaran, Pengelola Batasi Jumlah Wisatawan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:34 WIB

Kunjungan Wisatawan Kulon Progo Naik Saat Libur Lebaran 2026, H+1 Melonjak 39 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:51 WIB

Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Wakapolres Terjun Langsung Atur Lalin di Pos Baron

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:46 WIB

Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Sehari Tembus 25 Ribu Pengunjung

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:49 WIB

Dinas Pariwisata Kulon Progo Beri “THR” Hiburan Rakyat di Laguna Glagah

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:47 WIB

PHRI Gunungkidul Gelar PHRI Berbagi, Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama di Dua Panti Asuhan

Berita Terbaru