Foto: Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Eko Nur Cahyo, opinijogja (06/01/2026).
Gunungkidul, opinijogja – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul menurun selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Realisasi pendapatan hanya mencapai sekitar 90 persen dari target, berbanding terbalik dengan capaian Nataru tahun sebelumnya yang justru melampaui target hingga hampir Rp3 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, SIP, M.Si., mengatakan penurunan capaian tersebut sejalan dengan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada Nataru 2024, arus wisatawan tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun ini.
“Target PAD pariwisata tahun lalu sebesar Rp30 miliar, sementara tahun ini dinaikkan menjadi Rp33 miliar. Namun realisasi Nataru tahun ini belum bisa menyamai capaian sebelumnya,” kata Eko saat dikonfirmasi opinijogja, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut Eko, cuaca ekstrem menjadi faktor dominan yang menghambat aktivitas wisata selama masa libur akhir tahun. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi hampir sepanjang periode Nataru dan sempat memicu banjir di sejumlah akses jalan menuju kawasan pantai.
Selain cuaca, kebijakan larangan wisata dari Gubernur Jawa Barat turut memengaruhi arus kunjungan. Selama ini, wisatawan asal Jawa Barat merupakan salah satu penyumbang utama kunjungan wisata ke Gunungkidul.
Untuk mengejar peningkatan PAD pada periode berikutnya, Dinas Pariwisata Gunungkidul mendorong pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata agar lebih aktif menyelenggarakan event mandiri yang mampu menarik wisatawan. Dinas Pariwisata juga menyiapkan kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan untuk menggelar agenda wisata pada momentum libur Lebaran 2026.
Di sisi lain, optimalisasi pemungutan retribusi menjadi fokus sejak awal tahun. Monitoring dan pengawasan akan diperketat, termasuk melalui pergantian petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan PAD sektor pariwisata.
(Ip/opinijogja)















