Foto: Harda Kiswaya berjabat tangan dengan Sukarmin usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebagai Dewan Pengawas Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman, Senin (4/5/2026). Pelantikan ini menjadi langkah awal penguatan pengawasan dan pembenahan kinerja PDAM dalam meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat.
SLEMAN, opinijogja – Usai resmi dilantik sebagai Dewan Pengawas Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Sembada, Sukarmin langsung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membenahi kinerja perusahaan daerah tersebut, sejalan dengan arahan Harda Kiswaya.
Kepada opinijogja, Sukarmin mengatakan, langkah pembenahan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air minum yang menjadi layanan dasar.
“Senada dengan arahan Bupati, PDAM Tirta Sembada harus berbenah mulai dari SDM, manajemen, hingga pengelolaan sumber daya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukarmin, Senin (04/05/2026).
Ia menegaskan, pembenahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek internal perusahaan, mulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM), tata kelola manajemen, hingga optimalisasi pengelolaan sumber daya air.
Sebagai langkah konkret, Sukarmin menyebutkan beberapa prioritas yang akan didorong dalam waktu dekat. Di antaranya adalah menurunkan tingkat kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW), melakukan digitalisasi meter air pelanggan, serta meningkatkan kecepatan respons terhadap aduan masyarakat.
“Penurunan kebocoran air menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi distribusi. Digitalisasi meter air juga penting untuk akurasi dan transparansi layanan. Sementara itu, respons cepat terhadap aduan masyarakat harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong PDAM Tirta Sembada agar lebih adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.
Sukarmin berharap, ke depan PDAM tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan air minum, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kemajuan Kabupaten Sleman.
“Harapannya, PDAM bisa semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)








