Jelang Ramadan–Lebaran, Binamarga Kabupaten Sleman Sisir Jalan Rusak, Target Beres H-7

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman, Fauzan Ma’ruf, ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/2/2026). Ia menyampaikan kesiapan jajarannya melakukan pendataan dan perbaikan ruas jalan kabupaten jelang Ramadan dan Lebaran, dengan target penanganan rampung maksimal H-7 Lebaran.(Foto: opinijogja).

 

Sleman, opinijogja — Menjelang Ramadan dan persiapan libur Lebaran, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bidang Bina Marga Kabupaten Sleman mulai melakukan monitoring serta survei kondisi jalan-jalan kabupaten.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, ST, mengatakan pendataan kerusakan ruas jalan sudah dimulai sejak pekan ini. Penanganan ditargetkan rampung maksimal H-7 Lebaran.

“Rutin kita lakukan seperti saat libur Nataru 2025 kemarin. Prosesnya hampir sama. Kita survei ruas-ruas jalur utama, kita petakan, kita pastikan kerusakannya seperti apa. Tiap hari kita evaluasi progres penanganannya,” kata Fauzan saat ditemui di kantornya, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, saat ini tim Bina Marga masih fokus pada pendataan kerusakan. Pekan depan, perbaikan mulai dilakukan, dengan prioritas jalur-jalur utama yang terhubung ke jalan provinsi serta akses menuju pusat-pusat wisata.

“Seminggu ini kita lakukan pendataan dulu. Minggu depan sudah mulai action. Kerusakan dari mana yang jadi prioritas, langsung kita tangani. Untuk peningkatan jalan nanti setelah Lebaran, sekarang kita lakukan pemeliharaan rutin, tambal-tambal dulu,” ujarnya.

Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu, sekitar 50 ruas jalan kabupaten ditangani melalui pemeliharaan. Tahun ini, pola penanganannya hampir sama, meski terdapat sedikit perubahan data kerusakan di lapangan.

Baca Juga:  Indeks Reformasi Birokrasi Sleman Melonjak ke 97,56, Tertinggi Kedua di DIY

Menghadapi curah hujan dengan intensitas tinggi, DPUPKP Sleman juga menyiapkan tim mobile. Tim ini bertugas melakukan penanganan sekaligus pendataan kerusakan jalan setiap hari.

“Rata-rata umur jalan di Sleman sudah lebih dari 10 tahun. Idealnya aspal itu 5–10 tahun sudah dilakukan peningkatan. Tapi karena anggaran terbatas, kita tetap berusaha mengoptimalkan yang ada, minimal tidak ada lagi jalan berlubang,” jelasnya.

Untuk ruas jalan nasional dan provinsi, pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait, meski fokus utama tetap pada jalan kabupaten.

Terkait aduan masyarakat, Fauzan mempersilakan warga melapor melalui layanan Lapor Sleman atau datang langsung ke kantor DPUPKP.

“Kami imbau masyarakat Sleman monggo sering-sering lapor. Jalan kabupaten ini idealnya untuk kecepatan sekitar 40 km/jam, bukan untuk kecepatan tinggi, supaya bisa meminimalisir kecelakaan,” tambahnya.

Namun demikian, Fauzan mengakui salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah dampak pembangunan jalan tol. Banyak ruas jalan kabupaten mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan material proyek.

“Sebenarnya sudah ada MoU bahwa kerusakan akibat pekerjaan tol akan ditangani pihak tol. Tapi praktik di lapangan penanganannya masih lambat, sementara dampaknya cukup parah. Akhirnya masyarakat juga yang dirugikan,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana
Pemkab Sleman Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Dibekali Edukasi Langsung dari Kejaksaan Agung
Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sleman Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Dibekali Edukasi Langsung dari Kejaksaan Agung

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page