Foto: Peserta pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) mempraktikkan teknik penyembelihan hewan kurban secara langsung dalam kegiatan edukasi “Sembelih Halal dan Asah Pisau Gratis” yang digelar DPC PKS Cangkringan di Sleman, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman takmir masjid tentang tata cara penyembelihan sesuai syariat serta prinsip kesejahteraan hewan.
Sleman, opinijogja – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cangkringan menggelar pelatihan bertajuk “Sembelih Halal dan Asah Pisau Gratis” bagi takmir masjid.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (26/4/2026) di Rumah Aspirasi Yani Fathurrahman, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan komunitas Juru Sembelih Halal (Juleha) Sleman.
Sebanyak lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan perwakilan takmir masjid dari Kapanewon Cangkringan dan sebagian dari Kapanewon Pakem.
Hadir sebagai narasumber di antaranya Founder Juleha, Haji Anton, Ketua Juleha Sleman Tri, serta Ketua Juleha Cangkringan Yulianto.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi terkait pemilihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam. Peserta kemudian mendapatkan pembekalan teknis mengenai tata cara penyembelihan yang benar.
Tidak hanya teori, panitia juga menghadirkan praktik langsung penyembelihan kambing di hadapan peserta sebagai bentuk simulasi lapangan.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi lanjutan berupa seminar bertajuk “Seluk Beluk Asah Pisau dari A sampai Z”. Dalam sesi ini, peserta diajarkan teknik merawat dan mengasah pisau agar tetap tajam.
Ketajaman alat sembelih dinilai penting untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung cepat, efektif, serta meminimalkan penderitaan hewan kurban sesuai prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).
Ketua Fraksi PKS DPRD Sleman, Yani Fathurrahman, menegaskan pentingnya regenerasi juru sembelih di lingkungan masjid.
Menurut dia, pelatihan ini secara khusus menyasar takmir muda agar mampu menjadi kader juru sembelih yang kompeten.
“Kami ingin ke depan setiap masjid memiliki tim juru sembelih sendiri, terutama dari kalangan muda. Jangan sampai saat Idul Adha kita hanya bergantung pada yang sepuh, yang secara fisik sudah terbatas,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, setiap masjid dapat memiliki sumber daya yang mandiri, terlatih, dan memahami aspek syariat serta kesejahteraan hewan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai pada pukul 14.30 WIB.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas pelaksanaan ibadah kurban di tingkat masjid, khususnya di wilayah Cangkringan dan sekitarnya.
(Ip/opinijogja)








