Cegah Radikalisme, Kesbangpol Kulon Progo Gelar “Goes to School” di SMPN 4 Sentolo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ratusan siswa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, kepolisian, dan instansi terkait berfoto bersama usai kegiatan Kesbangpol Goes to School di SMPN 4 Sentolo, Senin (20/4/2026). Program ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan serta mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar.

 

KULON PROGO, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar program Kesbangpol Goes to School di SMP Negeri 4 Sentolo, Senin (20/4/2026). Program ini menjadi upaya preventif untuk membentengi pelajar dari pengaruh negatif, termasuk radikalisme, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, antara lain Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, Kasatgaswil DIY Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Johanes Budi Moses Harahap, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono, serta perwakilan dari Disdikpora, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.

Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan pembinaan langsung dari jajaran pimpinan daerah dan aparat keamanan. Materi yang disampaikan antara lain pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta kewaspadaan terhadap pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan pelajar.

Kepala Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, mengatakan program ini dirancang untuk menjangkau pelajar secara langsung di lingkungan sekolah. “Melalui program ini, kami mengajak para pimpinan daerah untuk menyapa siswa di tingkat SMP hingga SMA guna menanamkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Baca Juga:  GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi juga menjadi perhatian dalam pembinaan tersebut. Menurutnya, penggunaan gawai dan media sosial memiliki dua sisi yang harus disikapi secara bijak oleh pelajar.

“Teknologi memiliki dampak positif, tetapi juga ada potensi risiko, seperti penyebaran paham radikalisme melalui media sosial, permainan daring, maupun platform digital lainnya,” kata Pratiwi.

Pemerintah daerah, lanjut dia, berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kebangsaan serta menumbuhkan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Ia menyebut pelajar perlu diarahkan agar menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan perilaku. Siswa harus memiliki arah yang jelas untuk masa depan,” ujar Ambar.

Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menegaskan bahwa pembinaan terhadap pelajar dilakukan secara berkelanjutan. “Kami melakukan pembinaan sejak dini, mulai dari SMP hingga SMA, untuk mencegah keterlibatan dalam kejahatan jalanan maupun tindak kriminal lainnya,” katanya.

Kepala SMPN 4 Sentolo, Rini Siswanti, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kehadiran para pemangku kepentingan memberikan motivasi bagi siswa dan tenaga pendidik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong siswa menjadi generasi yang berkarakter, memiliki sopan santun, dan mampu meraih kesuksesan di masa depan,” ujar Rini.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor
HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang
JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama
Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan
Pemkab Sleman dan Dunia Usaha Salurkan Bantuan TJSP Rp6,7 Miliar di HUT ke-81 RI
Kemarau Panjang Ancam Sleman, 4 Kapanewon Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Mau Pasang PDAM di Sleman? Agustus 2026 Cukup Rp750 Ribu, Ini Ketentuannya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:27 WIB

JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page