Perempuan Sleman Berdaya di Tengah Bayang Kekerasan

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Ketua 1 DPRD Sleman, Ani Martanti saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (21/12).

 

SLEMAN, opinijogja – Peringatan Hari Ibu Nasional ke-97 Tahun 2025 di Kabupaten Sleman digelar di tengah ironi. Saat wacana pemberdayaan perempuan terus digaungkan, data kekerasan terhadap perempuan dan anak justru masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman memperingati Hari Ibu dengan menggelar Seminar Nasional bertema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045, dengan subtema Perempuan Sleman Berdaya, Mewujudkan Indonesia Berjaya, di Pendopo DPRD Sleman, Minggu (21/12).

Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari organisasi perempuan, Forum Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), kader perlindungan perempuan dan anak tingkat kalurahan dan kapanewon, perwakilan organisasi perangkat daerah, hingga keluarga penyintas kekerasan. DPRD Sleman menyebut forum ini sebagai upaya membangun sinergi antara negara dan masyarakat sipil.

Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti, mengatakan tema yang diangkat tidak dimaksudkan sebagai slogan seremonial. Menurut dia, perempuan Sleman memiliki potensi besar dalam pembangunan, namun masih dihadapkan pada persoalan struktural yang nyata.

“Tema ini adalah pengakuan atas kekuatan perempuan, sekaligus pengingat bahwa tantangan yang mereka hadapi masih serius,” kata Ani Martanti dalam sambutan keynote speaker.

Data UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P3AP2KB Sleman mencatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 terdapat 134 kasus kekerasan dengan korban perempuan serta 103 kasus dengan korban anak. Berdasarkan jenisnya, kekerasan psikis menempati urutan tertinggi sebesar 39 persen, disusul kekerasan fisik 26 persen, dan kekerasan seksual 21 persen.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Ungkap Jarak Kebijakan dan Kebutuhan Penyintas Cerebral Palsy di Sleman

Angka tersebut menegaskan bahwa isu pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari persoalan perlindungan dan kesehatan mental. Perempuan dan anak yang berada dalam kondisi rentan membutuhkan pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar intervensi sesaat.

Seminar ini menghadirkan aktivis advokasi hak asasi manusia Helga Inneke Agustine dan psikolog Febriana Ndaru Rosita. Keduanya menyoroti pentingnya pendampingan korban, pemulihan trauma, serta layanan kesehatan mental berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya perlindungan perempuan dan anak.

Selain diskusi, peringatan Hari Ibu di DPRD Sleman juga diwarnai peluncuran buku kumpulan puisi karya Ani Martanti berjudul Perempuan adalah Ayat-Ayat Berjalan. Peluncuran buku tersebut dipandang sebagai simbol bahwa pemberdayaan perempuan juga menyangkut ruang ekspresi, literasi, dan kebebasan berkarya.

DPRD Sleman berharap gagasan yang muncul dalam seminar ini tidak berhenti pada ruang diskusi. Penguatan kebijakan dan aksi nyata di tingkat kalurahan dan kapanewon dinilai menjadi kunci agar pemberdayaan perempuan tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menjelma perlindungan yang konkret.

(IP/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misi Eropa John Herdman: 4 Pemain Keturunan Ini Bisa Perkuat Timnas Indonesia
Komisi III DPR RI Tinjau Kesiapan Aparat Hukum DIY Hadapi KUHP-KUHAP Nasional 2026
ARPI Desak Kejari Sleman Tetapkan Putra Mahkota Mantan Bupati Sleman sebagai Tersangka
Posbankum 100% di Kulon Progo, Menkum Beri Penghargaan
Posbankum Terbentuk di Seluruh Kalurahan DIY, Harda Harap Akses Keadilan Makin Mudah
Awal 2026, Pariwisata Indonesia Raih Sederet Penghargaan Internasional
Labuhan Ageng Merapi Tahun Dal Digelar Lebih Sakral
Labuhan Ageng Merapi di Sleman, 11 Ubo Rampe Diboyong ke Srimanganti
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:43 WIB

Misi Eropa John Herdman: 4 Pemain Keturunan Ini Bisa Perkuat Timnas Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:58 WIB

Komisi III DPR RI Tinjau Kesiapan Aparat Hukum DIY Hadapi KUHP-KUHAP Nasional 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:40 WIB

ARPI Desak Kejari Sleman Tetapkan Putra Mahkota Mantan Bupati Sleman sebagai Tersangka

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:45 WIB

Posbankum 100% di Kulon Progo, Menkum Beri Penghargaan

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:03 WIB

Posbankum Terbentuk di Seluruh Kalurahan DIY, Harda Harap Akses Keadilan Makin Mudah

Berita Terbaru

Opinijogja

Kenyang Diprioritaskan, Pendidikan Ditinggalkan

Rabu, 21 Jan 2026 - 23:48 WIB