Foto: jumpa pers persiapan libur Nataru di pendopo rumah dinas Bupati Sleman, Kamis (11/12)
Sleman, OpiniJogja — Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan program “Nataru Ceria Tahun 2025: Kolaborasi Sleman untuk Keselamatan, Ketertiban, dan Kenyamanan Publik.” Program ini mengatur kesiapan sektor wisata, keamanan, dan aktivitas publik selama libur sekolah, Natal 2025, dan Tahun Baru 2026.
Periode libur ditetapkan mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Dinas Pariwisata Sleman menargetkan:
Pergerakan wisatawan 250.000–300.000,
Belanja wisatawan Rp750.000–Rp1.000.000,
Lama tinggal 1–2 hari,
Perputaran uang Rp187,5 miliar–Rp600 miliar,
Tingkat okupansi hotel 45%–65%.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edi Winarya, S.Sn., M.Si., menjelaskan bahwa target tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi, cuaca ekstrem, akses tol hingga GT Prambanan, serta jarak libur Nataru yang dekat dengan Lebaran 2026.
“Kami ingin Nataru tetap aman, tertib, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Karena itu semua stakeholder pariwisata harus berada pada level kesiapan maksimal,” tegasnya, Kamis (11/12/2025).
Sebagai tindak lanjut SE Kemenparekraf, Dinas Pariwisata Sleman menerbitkan SE Nomor 003/1986, berisi imbauan kepada pengelola wisata dan hotel untuk:
Menerapkan SOP dan standar K3,
Mengecek keamanan wahana dan fasilitas,
Berkolaborasi dengan UMKM,
Melakukan mitigasi bencana dan koordinasi lintas instansi,
Menyediakan informasi operasional secara jelas,
Menyediakan rest area dan parkir memadai,
Menjaga kebersihan dan kapasitas daya tampung,
Mengawasi aktivitas wisatawan terutama di titik berisiko.
“Kami meminta seluruh pengelola untuk disiplin dalam standar keselamatan. Libur Nataru selalu menjadi momentum besar, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas,” ujar Edi Winarya.
Pelaku usaha pariwisata juga diminta memastikan kesiapan petugas, memperhatikan peringatan cuaca BMKG, memonitor aktivitas Merapi, menggunakan transportasi yang laik, serta mengelola sampah wisata secara bertanggung jawab.
Event yang akan berlangsung antara lain:
Christmas Night Dinner di sejumlah hotel bintang (24–25 Desember),
Perayaan malam tahun baru di pusat perbelanjaan, hotel, Tebing Breksi, Tlogoputri,
Swara Prambanan di Candi Prambanan (31 Desember),
Pentas Jathilan di Tlogoputri, Kaliurang, dan Kepuharjo.
“Kami optimistis Sleman dapat menghadirkan libur Nataru yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan maupun masyarakat.” tutupnya. (Ip/opinijogja)







