Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

Kolaborasi Dengan BPD, Pemerintah DIY Bangun 3 Rumah Baru di Muntuk, Upaya Percepatan Penanganan RTLH di Bantul

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Foto: Dok.Dinas PUPESDM DIY, (opinijogja).

 

Bantul, opinijogja – 2 Desember 2025, Pemenuhan hunian layak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah Layak Huni (RLH) bukan hanya tempat bernaung, tetapi juga fondasi terbentuknya keluarga yang sehat dan produktif. Meski demikian, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menghadapi persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang memerlukan penanganan bertahap dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari percepatan penanganan RTLH, Pemerintah Daerah DIY terus menggandeng berbagai mitra, termasuk dunia usaha. Salah satu yang konsisten berkontribusi adalah BPD DIY, yang sejak 2023 hingga 2025 telah membantu perbaikan dan pembangunan 15 unit rumah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada tahun ini, BPD DIY kembali menyalurkan bantuan berupa 3 unit rumah baru di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Program tersebut menjadi bukti nyata peran dunia usaha dalam mendukung peningkatan kualitas permukiman masyarakat.

Baca Juga:  Proyek Rehabilitasi Jalan Piyungan–Prambanan Rampung, PUPR DIY Bantah Isu Jual Beli Material Galian

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai ketentuan, Dinas PUPESDM DIY melakukan monitoring dan evaluasi (monev) langsung di lokasi. Monev dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai standar, serta memastikan rumah yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan oleh penerima manfaat.

Pemerintah Daerah DIY berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat. Penanganan RTLH merupakan pekerjaan besar yang tidak bisa ditangani pemerintah saja. Peran dunia usaha melalui CSR, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lain sangat dibutuhkan untuk mempercepat terwujudnya hunian layak bagi seluruh masyarakat DIY. (Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wapres Gibran Kunjungi Peternak Sapi di Boyolali, Tekankan Penanganan Cepat PMK
Wabup Sleman Pimpin Apel Siaga Tagana ke-22, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Arus Balik Lempuyangan Lancar, Tapi Akses Informasi untuk Tuna Rungu Masih Jadi PR
Kebijakan Baru TPU Sleman: Ahli Waris Wajib Sediakan Grobox Sendiri
Pasca Lebaran 2026, BULOG DIY Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga
Kunjungan Wisatawan Sleman Tembus 188 Ribu Selama Lebaran 2026, Kaliadem Jadi Favorit
Kunjungan Wisatawan Bantul Libur Lebaran 2026 Capai 80.333 Orang, Parangtritis Masih Dominan
Kunjungan Wisatawan Kulon Progo Naik Saat Libur Lebaran 2026, H+1 Melonjak 39 Persen
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:35 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Peternak Sapi di Boyolali, Tekankan Penanganan Cepat PMK

Sabtu, 28 Maret 2026 - 03:23 WIB

Wabup Sleman Pimpin Apel Siaga Tagana ke-22, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:26 WIB

Arus Balik Lempuyangan Lancar, Tapi Akses Informasi untuk Tuna Rungu Masih Jadi PR

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:59 WIB

Kebijakan Baru TPU Sleman: Ahli Waris Wajib Sediakan Grobox Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:54 WIB

Pasca Lebaran 2026, BULOG DIY Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita Terbaru