Blangkon Beji Sidoarum, Jejak Kejayaan Kerajinan Godean yang Pernah Bersinar di Era 80-an

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sua foto bersama awak media Kominfo Sleman dan pengrajin blangkon Beji, Sidoarum, (29/11).

 

Sleman, OpiniJogja – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman mengajak awak media mengunjungi sentra pembuatan blangkon di Dusun Beji, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Sabtu (29/11/2025).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso, bersama jajarannya. Rombongan disambut hangat oleh Khoirudin (75), perajin blangkon yang sekaligus menjadi tuan rumah.

Khoirudin menuturkan, Beji pernah menjadi salah satu sentra kerajinan blangkon paling dikenal di Sleman. Pada era 1980-an, puluhan warga di kampung ini aktif memproduksi blangkon yang dipasarkan ke berbagai daerah. Keterampilan itu merupakan warisan turun-temurun keluarga.

“Di kampung ini dulu ada 14 perajin yang tergabung dalam paguyuban. Usaha blangkon sudah ada sejak zaman Jepang. Yang memulai itu pakde saya, saya dulu masih jadi karyawannya,” ujarnya.

Blangkon buatan Khoirudin telah lama menjadi langganan Keraton Yogyakarta, digunakan untuk berbagai keperluan upacara, baik oleh abdi dalem maupun kerabat keraton. Ia mengingat masa ketika pesanan bisa mencapai 500 blangkon dalam satu waktu.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Laksda Adisucipto Sleman, Tiga Pemotor Meninggal Dunia

“Kalau dulu ada perbedaan potongan pesisiran dan kasatriyan. Sekarang pembeli bebas memilih model,” jelasnya.

Selain keraton, sejumlah tokoh nasional dan artis juga pernah memesan blangkon kepadanya. Salah satunya Raffi Ahmad saat akan menikah beberapa tahun lalu. “Mas Raffi memesan sekitar 275 blangkon gaya Yogyakarta untuk panitia pernikahannya. Kami kerjakan dua bulan,” kenangnya.

Harga blangkon buatannya bervariasi, mulai Rp75 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung motif dan tingkat kerumitan pesanan.

Sebelum pandemi Covid-19, Khoirudin memiliki delapan karyawan. Namun kini ia bekerja seorang diri. Pesanan yang dulu datang dalam jumlah besar kini bergeser mengikuti permintaan.

“Dulu teman-teman yang mau transmigrasi sering pesan untuk oleh-oleh, bisa sampai 30 blangkon. Sekarang saya hanya mampu membuat dua blangkon sehari,” katanya.

Meski begitu, pesanan tetap datang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri seperti Suriname, Jepang, dan Malaysia.

Dengan tangan yang mulai renta, Khoirudin masih berupaya menjaga napas kerajinan blangkon di kampungnya, warisan budaya yang kini menanti regenerasi. (Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Izin Kelola TKD Terbit, Glagaharjo Siap Kembangkan Wisata Teras Merapi
Pemkab Sleman Teken NPHD TMMD 2026 dengan 4 LPMK
Gropyokan Tikus Digelar di Minggir Sleman, DPKP DIY Tekankan Pengendalian OPT
Wabup Kulon Progo Ingatkan Pelajar SMP Bahaya Judi Online dan Radikalisme
Lintas Komunitas Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Kalasan
Penggugat Hadirkan Saksi, Sidang Sengketa Tanah Lawan BPR Lumintu Kembali Akan Digelar Pekan Depan
SBSI Resmi Bentuk Lembaga Bantuan Hukum, Perkuat Akses Keadilan bagi Buruh
Jembatan Penghubung Sentolo–Nanggulan Amblas, Pemkab Kulon Progo Lakukan Penanganan Darurat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:04 WIB

Izin Kelola TKD Terbit, Glagaharjo Siap Kembangkan Wisata Teras Merapi

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:55 WIB

Pemkab Sleman Teken NPHD TMMD 2026 dengan 4 LPMK

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:27 WIB

Gropyokan Tikus Digelar di Minggir Sleman, DPKP DIY Tekankan Pengendalian OPT

Senin, 19 Januari 2026 - 14:45 WIB

Wabup Kulon Progo Ingatkan Pelajar SMP Bahaya Judi Online dan Radikalisme

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:50 WIB

Lintas Komunitas Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Kalasan

Berita Terbaru