Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 Digelar Meriah, 1,5 Ton Kue Apem Diperebutkan Ribuan Warga

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 berlangsung meriah. Sebanyak 1,5 ton kue apem disebar dan diperebutkan warga sebagai simbol doa, kebersamaan, dan rasa syukur di Kalurahan Widodomartani, Sleman.

 

SLEMAN, opinijogja.id – Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 kembali digelar dengan khidmat sekaligus meriah di Kalurahan Widodomartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026). Tradisi budaya tahunan ini menjadi magnet bagi masyarakat yang memadati lokasi untuk mengikuti berbagai prosesi adat, termasuk tradisi rebutan sekitar 1,5 ton kue apem.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang datang untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian upacara.

Saparan Ki Ageng Wonolelo merupakan tradisi yang digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Wonolelo, tokoh yang diyakini memiliki peran besar dalam perkembangan spiritual dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Tradisi ini juga menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi konsistensi masyarakat Widodomartani dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:  Menjaga Gerak Sakral: Tiga Genre Tari Tradisi Bali yang Diakui UNESCO

“Tradisi Saparan Wonolelo menjadi pengingat akan sejarah dan asal-usul masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong,” kata Harda.

Puncak acara yang paling dinantikan masyarakat adalah prosesi sebar dan rebutan sekitar 1,5 ton kue apem. Ribuan warga antusias berebut apem yang diyakini membawa doa, keberkahan, dan harapan baik.

Ketua Trah Ki Ageng Wonolelo, Kawit Sudiyono, menjelaskan bahwa apem memiliki filosofi mendalam. Kata apem berasal dari bahasa Arab afwun, yang berarti memohon ampunan kepada Allah SWT.

Menurutnya, tradisi menyebarkan apem mengandung pesan agar masyarakat selalu bersikap rendah hati (andhap asor), menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menebarkan kasih sayang di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain tradisi rebutan apem, rangkaian Saparan Ki Ageng Wonolelo juga diisi dengan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, pembacaan doa tahlil, serta ziarah ke makam Ki Ageng Wonolelo.

Melalui pelestarian tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas daerah.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Juara Dunia Asal Klaten Kembali ke World Choir Games 2026, Vocalista Angels Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia
Ribuan Warga Padati Saparan Bekakak Gamping 2026, Bupati Sleman Harda Kiswaya: Tradisi Harus Tetap Lestari
JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga
Hari Jadi Kalurahan Umbulharjo ke-78, Yani Fathurrahman: Semoga Semakin Maju, Mapan dan Sejahtera
15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan
Kirab Pamong DIY Sambut 80 Tahun Sri Sultan HB X, Argomulyo Bawa Pisungsung Hasil Bumi
Karaton Surakarta Gelar Sadranan Leluhur Panembahan Agung Kajoran di Klaten
Jelang Ramadan, Danang Maharsa Hadiri Sadranan Agung Wotgaleh di Sendangtirto
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 Digelar Meriah, 1,5 Ton Kue Apem Diperebutkan Ribuan Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:23 WIB

Juara Dunia Asal Klaten Kembali ke World Choir Games 2026, Vocalista Angels Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:15 WIB

Ribuan Warga Padati Saparan Bekakak Gamping 2026, Bupati Sleman Harda Kiswaya: Tradisi Harus Tetap Lestari

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:19 WIB

JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:58 WIB

Hari Jadi Kalurahan Umbulharjo ke-78, Yani Fathurrahman: Semoga Semakin Maju, Mapan dan Sejahtera

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page