Ribuan Warga Padati Saparan Bekakak Gamping 2026, Bupati Sleman Harda Kiswaya: Tradisi Harus Tetap Lestari

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya menunggangi kuda saat mengikuti kirab budaya dalam rangka Upacara Adat Saparan Bekakak 2026 di Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (17/7/2026).

 

SLEMAN, opinijogja.id – Ribuan masyarakat memadati kawasan Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menyaksikan Upacara Adat Saparan Bekakak, Jumat (17/7/2026). Tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun ini kembali menjadi magnet wisata sekaligus simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bupati Sleman Harda Kiswaya hadir langsung dalam prosesi tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat yang diikuti barisan bregada. Suasana berlangsung khidmat saat ritual pecah kendi dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung sebagai simbol kebebasan, harapan, dan keharmonisan dengan alam.

Setelah prosesi pembuka, kirab budaya berlangsung meriah. Barisan bregada mengarak sesaji bekakak bersama ogoh-ogoh raksasa menuju Petilasan Gunung Gamping sebagai lokasi puncak pelaksanaan tradisi.

Baca Juga:  Bupati Sleman Resmikan Jembatan Jatra Winongo, Perkuat Konektivitas dan Dorong Ekonomi Warga

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, Saparan Bekakak bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan juga media untuk mempererat persaudaraan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Saparan Bekakak ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat Ambarketawang kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui tradisi. Harapannya, warga mendapatkan berkah, dijauhkan dari marabahaya, diberikan tanah yang subur, kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang melimpah,” ujar Harda.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah yang terus menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan agar nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya Kabupaten Sleman.

Prosesi ditutup dengan penyembelihan sepasang bekakak, yakni replika pengantin yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah. Ritual yang dilaksanakan secara khidmat di Petilasan Gunung Gamping itu menjadi puncak rangkaian Upacara Adat Saparan Bekakak 2026 yang kembali menyedot perhatian ribuan masyarakat dan wisatawan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Juara Dunia Asal Klaten Kembali ke World Choir Games 2026, Vocalista Angels Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia
JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga
Hari Jadi Kalurahan Umbulharjo ke-78, Yani Fathurrahman: Semoga Semakin Maju, Mapan dan Sejahtera
15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan
Kirab Pamong DIY Sambut 80 Tahun Sri Sultan HB X, Argomulyo Bawa Pisungsung Hasil Bumi
Karaton Surakarta Gelar Sadranan Leluhur Panembahan Agung Kajoran di Klaten
Jelang Ramadan, Danang Maharsa Hadiri Sadranan Agung Wotgaleh di Sendangtirto
Dibalut Konsep Alam, Ngunduh Mantu Joko Mursito Angkat Daya Tarik Budaya Tempo Dulu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:23 WIB

Juara Dunia Asal Klaten Kembali ke World Choir Games 2026, Vocalista Angels Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:19 WIB

JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:58 WIB

Hari Jadi Kalurahan Umbulharjo ke-78, Yani Fathurrahman: Semoga Semakin Maju, Mapan dan Sejahtera

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan

Rabu, 1 April 2026 - 14:22 WIB

Kirab Pamong DIY Sambut 80 Tahun Sri Sultan HB X, Argomulyo Bawa Pisungsung Hasil Bumi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page