Foto: ilustrasi opinijogja
YOGYAKARTA, opinijogja.id – Laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina dinilai menjadi partai puncak paling layak dinantikan para pencinta sepak bola dunia. Kedua tim dianggap pantas mencapai final setelah menunjukkan performa konsisten, kualitas permainan, serta mental juara sepanjang turnamen.
Pecinta sepak bola, Bung Musthafa, mengatakan Spanyol dan Argentina sama-sama memiliki karakter kuat yang membuat mereka layak bersaing memperebutkan trofi.
“Menurut saya, kedua tim memang pantas berada di final karena sama-sama menunjukkan kualitas, karakter, dan mental juara sepanjang turnamen,” ujar Bung Musthafa, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, Spanyol tampil impresif saat menyingkirkan Prancis yang sebelumnya banyak diprediksi sebagai kandidat kuat juara.
Ia menilai permainan La Roja berjalan sangat efektif dengan kombinasi penguasaan bola, disiplin organisasi permainan, dan semangat bertanding yang tinggi meski terus mendapat tekanan.
“Spanyol benar-benar mengobrak-abrik pertahanan Prancis dengan permainan lepas, disiplin, serta semangat Spartan meski mendapat tekanan tinggi sepanjang pertandingan,” katanya.
Bung Musthafa juga mengapresiasi kecerdikan pelatih Spanyol dalam merancang strategi. Alih-alih menerapkan penjagaan individu terhadap Kylian Mbappé, Spanyol memilih memutus jalur distribusi bola menuju sang penyerang.
“Strategi itu membuat lini depan Prancis kehilangan efektivitas. Ini menunjukkan kualitas taktik Spanyol berada pada level tertinggi,” tegasnya.
Di sisi lain, Argentina dinilai kembali menunjukkan identitasnya sebagai tim berpengalaman yang memiliki mental juara kuat.
Saat menghadapi Inggris di semifinal, Argentina sempat tertinggal lebih dahulu lewat gol Anthony Gordon. Inggris kemudian menerapkan pertahanan rapat (low block) yang membuat serangan Argentina beberapa kali menemui jalan buntu.
Namun keadaan berubah setelah Enzo Fernández mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
“Gol itu mengubah jalannya pertandingan dan membangkitkan kepercayaan diri para pemain Argentina,” ujarnya.
Momentum tersebut dimanfaatkan Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada masa injury time.
Kemenangan dramatis 2-1 memastikan Argentina melaju ke partai final sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara.
Menjelang laga puncak, Bung Musthafa menilai pertandingan akan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola yang sama-sama menarik.
Spanyol, kata dia, mengandalkan penguasaan bola, pembangunan serangan dari lini belakang, dan permainan posisi yang disiplin. Sementara Argentina dikenal lebih fleksibel dalam beradaptasi terhadap strategi lawan serta memiliki mental bertanding yang sangat kuat.
“Final ini mempertemukan dua filosofi sepak bola berbeda dengan kualitas yang sama-sama luar biasa dan menarik disaksikan. Saya berharap pertandingan berlangsung sportif dan menyajikan tontonan sepak bola berkualitas tinggi,” pungkas Bung Musthafa.
(Ip/opinijogja)






