Spanyol vs Argentina di Final, Bung Musthafa Soroti Adu Taktik dan Mental Juara

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi opinijogja 

 

YOGYAKARTA, opinijogja.id – Laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina dinilai menjadi partai puncak paling layak dinantikan para pencinta sepak bola dunia. Kedua tim dianggap pantas mencapai final setelah menunjukkan performa konsisten, kualitas permainan, serta mental juara sepanjang turnamen.

Pecinta sepak bola, Bung Musthafa, mengatakan Spanyol dan Argentina sama-sama memiliki karakter kuat yang membuat mereka layak bersaing memperebutkan trofi.

“Menurut saya, kedua tim memang pantas berada di final karena sama-sama menunjukkan kualitas, karakter, dan mental juara sepanjang turnamen,” ujar Bung Musthafa, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, Spanyol tampil impresif saat menyingkirkan Prancis yang sebelumnya banyak diprediksi sebagai kandidat kuat juara.

Ia menilai permainan La Roja berjalan sangat efektif dengan kombinasi penguasaan bola, disiplin organisasi permainan, dan semangat bertanding yang tinggi meski terus mendapat tekanan.

“Spanyol benar-benar mengobrak-abrik pertahanan Prancis dengan permainan lepas, disiplin, serta semangat Spartan meski mendapat tekanan tinggi sepanjang pertandingan,” katanya.

Bung Musthafa juga mengapresiasi kecerdikan pelatih Spanyol dalam merancang strategi. Alih-alih menerapkan penjagaan individu terhadap Kylian Mbappé, Spanyol memilih memutus jalur distribusi bola menuju sang penyerang.

“Strategi itu membuat lini depan Prancis kehilangan efektivitas. Ini menunjukkan kualitas taktik Spanyol berada pada level tertinggi,” tegasnya.

Di sisi lain, Argentina dinilai kembali menunjukkan identitasnya sebagai tim berpengalaman yang memiliki mental juara kuat.

Baca Juga:  Sleman Jaring Atlet Tenis Meja Potensial untuk Porda DIY Lewat Kejurkab 2026

Saat menghadapi Inggris di semifinal, Argentina sempat tertinggal lebih dahulu lewat gol Anthony Gordon. Inggris kemudian menerapkan pertahanan rapat (low block) yang membuat serangan Argentina beberapa kali menemui jalan buntu.

Namun keadaan berubah setelah Enzo Fernández mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.

“Gol itu mengubah jalannya pertandingan dan membangkitkan kepercayaan diri para pemain Argentina,” ujarnya.

Momentum tersebut dimanfaatkan Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada masa injury time.

Kemenangan dramatis 2-1 memastikan Argentina melaju ke partai final sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara.

Menjelang laga puncak, Bung Musthafa menilai pertandingan akan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola yang sama-sama menarik.

Spanyol, kata dia, mengandalkan penguasaan bola, pembangunan serangan dari lini belakang, dan permainan posisi yang disiplin. Sementara Argentina dikenal lebih fleksibel dalam beradaptasi terhadap strategi lawan serta memiliki mental bertanding yang sangat kuat.

“Final ini mempertemukan dua filosofi sepak bola berbeda dengan kualitas yang sama-sama luar biasa dan menarik disaksikan. Saya berharap pertandingan berlangsung sportif dan menyajikan tontonan sepak bola berkualitas tinggi,” pungkas Bung Musthafa.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sleman Juara Umum POPDA DIY 2026, Pemkab Kucurkan Bonus Rp1,18 Miliar untuk Atlet dan Pelatih
4 Atlet Anggar Sleman Siap Tampil di East Java Open Fencing Championship 2026, Bidik Prestasi Nasional
Sleman Resmi Canangkan Pelatkab PORDA DIY 2027, Libatkan 1.399 Atlet Bidik Juara Umum Kelima Berturut-turut
Ares Fencing Club Matangkan Persiapan Menuju East Java Open Fencing Championship 2026, Bidik Prestasi untuk DIY
Jagaraga FEST 2026 Guncang Malioboro, Dongkrak UMKM dan Kenalkan Pangan Lokal DIY ke Generasi Muda
Sleman Jaring Atlet Tenis Meja Potensial untuk Porda DIY Lewat Kejurkab 2026
Kejurkab Anggar Sleman 2026 Jadi Ajang Regenerasi Atlet dan Seleksi Menuju PORDA
Atlet Dayung Sleman Tetap Berprestasi Meski Minim Fasilitas Latihan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:30 WIB

Spanyol vs Argentina di Final, Bung Musthafa Soroti Adu Taktik dan Mental Juara

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:35 WIB

Sleman Juara Umum POPDA DIY 2026, Pemkab Kucurkan Bonus Rp1,18 Miliar untuk Atlet dan Pelatih

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:20 WIB

4 Atlet Anggar Sleman Siap Tampil di East Java Open Fencing Championship 2026, Bidik Prestasi Nasional

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:27 WIB

Sleman Resmi Canangkan Pelatkab PORDA DIY 2027, Libatkan 1.399 Atlet Bidik Juara Umum Kelima Berturut-turut

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:38 WIB

Ares Fencing Club Matangkan Persiapan Menuju East Java Open Fencing Championship 2026, Bidik Prestasi untuk DIY

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page