Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST., menjelaskan penerapan aplikasi Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) sebagai upaya memperkuat tata kelola persampahan berbasis data yang akurat di Kabupaten Sleman. (Foto:Istimewa/OpiniJogja.id)
SLEMAN, opinijogja.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan sampah melalui penerapan Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU). Aplikasi ini dikembangkan untuk mempermudah pencatatan, pelaporan, hingga penyusunan kebijakan pengelolaan sampah berbasis data yang akurat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST., mengatakan SIOSESTU merupakan platform digital yang dirancang untuk memodernisasi tata kelola persampahan, khususnya bagi Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) atau bank sampah yang tersebar di wilayah Sleman.
“Aplikasi ini membantu KPSM melakukan pencatatan data operasional dan transaksi sampah secara lebih terstruktur, tertib, dan akurat,” ujar Junaidi kepada opinijogja.id, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, data yang dihimpun melalui aplikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, SIOSESTU juga mempermudah koordinasi antara kelompok pengelola sampah di tingkat kalurahan maupun kapanewon dengan pemerintah daerah sehingga proses pelaporan dan pemantauan dapat dilakukan lebih cepat.
Junaidi menjelaskan, implementasi SIOSESTU diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Namun, proses sosialisasi kepada para pengelola sampah dilakukan secara bertahap agar seluruh pengguna dapat memahami dan mengoperasikan aplikasi dengan baik.
Ia mengungkapkan, target utama penerapan aplikasi ini adalah mengetahui tingkat efektivitas pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masing-masing kelompok masyarakat, termasuk volume sampah yang berhasil diolah.
“Fokus utamanya adalah mengetahui sejauh mana kegiatan pengurangan sampah, daur ulang, dan penggunaan kembali atau konsep 3R yang dilakukan oleh kelompok pengelola sampah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Junaidi menegaskan tujuan besar dari pengembangan SIOSESTU adalah menghadirkan data yang valid mengenai pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Dengan data tersebut, pemerintah dapat mengevaluasi efektivitas pengelolaan sampah sejak dari sumbernya atau di tingkat hulu.
“Kami ingin memperoleh data yang valid dari kelompok pengelola sampah mengenai aktivitas yang dilakukan serta mengetahui seberapa efektif pengelolaan sampah di masyarakat. Data ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)






