Waisak 2570 BE di Borobudur Berlangsung Khidmat, 5.000 Lampion Hiasi Langit Magelang

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Moment pelepasan lampion pada perayaan hari raya Waisak di candi  Borobudur.

 

MAGELANG, opinijogja – Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara memadati kawasan Candi Mendut dan Candi Borobudur untuk mengikuti rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE), Minggu (31/5/2026). Perayaan berlangsung khidmat, sarat makna spiritual, dan mencapai puncaknya dengan penerbangan 5.000 lampion yang menerangi langit Borobudur.

Detik-detik Waisak tahun ini jatuh tepat pada pukul 15.44.44 WIB. Momentum suci tersebut diperingati melalui serangkaian ritual keagamaan yang menjadi bagian penting dari perayaan Waisak Nasional 2570 BE.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung dan pengambilan Api Dharma dari Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan. Kedua simbol tersebut kemudian diarak menuju Candi Mendut sebelum dibawa dalam prosesi menuju Candi Borobudur.

Perayaan Waisak 2570 BE mengusung tema nasional “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian”. Tema ini mengajak umat Buddha untuk terus menumbuhkan nilai kebajikan, cinta kasih, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Waisak atau Vesakha Puja merupakan hari suci yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak, yakni kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini, pencapaian Penerangan Agung di Buddha Gaya, serta Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama di Kusinara.

Baca Juga:  Labuhan Ageng Merapi Tahun Dal Digelar Lebih Sakral

Perayaan Waisak yang kini diperingati umat Buddha di berbagai negara pertama kali disepakati dalam Konferensi World Fellowship of Buddhists (WFB) di Sri Lanka pada tahun 1950. Sejak saat itu, Waisak menjadi perayaan keagamaan internasional yang diperingati setiap tahun saat bulan purnama di bulan Waisak menurut kalender Buddhis.

Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, seluruh rangkaian prosesi tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sarana pembinaan spiritual bagi umat Buddha untuk memperkuat keyakinan, melatih pengendalian diri, dan menumbuhkan kebijaksanaan.

“Prosesi Waisak bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk memperkuat batin dan menumbuhkan kebijaksanaan dalam kehidupan,” ujarnya.

Puncak perayaan berlangsung di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini Borobudur melalui penerbangan 5.000 lampion. Sebelum lampion diterbangkan, para peserta mengikuti doa dan meditasi bersama dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan.

Dalam tradisi Buddhis, cahaya lampion melambangkan pencerahan batin, harapan, serta pelepasan berbagai sifat negatif yang masih melekat dalam diri manusia. Lampion diterbangkan dalam dua sesi, yakni pukul 19.00–20.00 WIB dan 21.00–22.30 WIB.

Kemegahan malam Waisak semakin terasa dengan penampilan drone show yang menghiasi langit Borobudur dan memukau ribuan pengunjung yang memadati kawasan cagar budaya tersebut.

Melalui perayaan Waisak 2570 BE, umat Buddha diharapkan terus menanamkan nilai cinta kasih, kedamaian, toleransi, dan kebijaksanaan sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis serta mempererat persaudaraan antarsesama manusia.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temui Menpora, Bupati Sleman Dapat Lampu Hijau Revitalisasi Stadion Tridadi
Hari Keamanan Pangan Dunia 2026, DIY Terima Hibah Mobil Laboratorium Keliling dari Bapanas
Stok Beras Melimpah, BULOG DIY Pastikan Harga Beras dan Minyakita Tetap Terkendali
BULOG Cetak Rekor! Serapan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, Stok Pangan RI Lampaui 5 Juta Ton
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti
Mubeslub LIN 2026 Tetapkan Robi Irawan Wiratmoko sebagai Ketua Umum, Delegasi dari Papua hingga Yogyakarta Hadir
Pewarta Independent Salurkan Wakaf Al-Qur’an ke TPA dan Ponpes di DIY–Klaten, Didukung Donatur dan Kepala Daerah
Duta Besar Belanda hingga Jerman Hadiri Konferensi Sejarah Sepeda Dunia di Klaten
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:51 WIB

Temui Menpora, Bupati Sleman Dapat Lampu Hijau Revitalisasi Stadion Tridadi

Senin, 8 Juni 2026 - 15:52 WIB

Hari Keamanan Pangan Dunia 2026, DIY Terima Hibah Mobil Laboratorium Keliling dari Bapanas

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:21 WIB

Stok Beras Melimpah, BULOG DIY Pastikan Harga Beras dan Minyakita Tetap Terkendali

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:58 WIB

BULOG Cetak Rekor! Serapan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, Stok Pangan RI Lampaui 5 Juta Ton

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:14 WIB

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

Berita Terbaru

Breaking news

RAKYAT MEMBUTUHKAN KEPASTIAN, BUKAN EKSPERIMEN KEKUASAAN!

Senin, 15 Jun 2026 - 02:18 WIB

Hukum dan Kriminal

Polres Klaten Ungkap 15 Kasus Narkoba dalam 4 Bulan, 23 Tersangka Ditangkap

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:06 WIB