Foto: Prosesi pelantikan dan serah terima kepengurusan Gerakan Pemuda Keadilan (Gema Keadilan) Kabupaten Sleman masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Kantor DPD PKS Sleman, Rabu (6/5/2026). Bisma Putra Aprilianto resmi dipercaya memimpin Gema Keadilan Sleman untuk periode lima tahun ke depan.
SLEMAN, opinijogja – Gerakan Pemuda Keadilan (Gema Keadilan) Kabupaten Sleman resmi melantik jajaran pengurus baru hasil Musyawarah Daerah (Musda) 2026 yang digelar pada Rabu (6/5/2026) di Kantor DPD PKS Kabupaten Sleman.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Musda tersebut menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Dalam hasil keputusan Musda, Bisma Putra Aprilianto, M.M. resmi dipercaya memimpin Gema Keadilan Kabupaten Sleman untuk masa bakti 2026–2031. Adapun susunan pengurus inti yang dilantik meliputi:
•Ketua: Bisma Putra Aprilianto, M.M.
•Sekretaris: Muhammad Nasihuddin, S.S., M.I.T.
•Bendahara: Isna Wardani, S.Kom.
•Bidang Kaderisasi: Ardian Hadi S., S.TP.
Prosesi pelantikan disaksikan seluruh peserta Musda yang hadir dengan antusias. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam menggerakkan generasi muda agar lebih aktif berkontribusi di bidang sosial, politik, dan kemasyarakatan.
Ketua Pembina Gema Keadilan Kabupaten Sleman, Ribut Lupiyanto, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh DPD PKS Sleman terhadap berbagai gerakan kepemudaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
“DPD PKS Sleman mendukung penuh setiap kegiatan Gema Keadilan dan inisiatif anak muda lainnya. Selama kegiatan tersebut tetap berada dalam koridor yang positif serta menjalin komunikasi yang baik dengan struktur organisasi, kami akan selalu berdiri di belakang kalian,” ujar Ribut Lupiyanto.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, Gema Keadilan Sleman diharapkan mampu menjadi motor penggerak generasi muda di Kabupaten Sleman serta memperkuat kolaborasi dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
(Ip/opinijogja)










