Foto: prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid Baitussalam Padukuhan Serut oleh tokoh masyarakat, perwakilan Polres Gunungkidul, pemerintah kalurahan Serut serta Kapanewon Gedangsari, Minggu (26/04).
Gunungkidul, opinijogja – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitussalam di RT 02/01 Padukuhan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam mewujudkan sarana ibadah yang representatif, sekaligus mempererat hubungan sosial lintas wilayah. Masjid tersebut dibangun di atas tanah wakaf milik keluarga Ibu Sumini dari wilayah Gayamharjo, dengan Nomor Induk Bidang (NIB) 13.02.000025179.0.
Acara dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan Polres Gunungkidul, Koramil Gedangsari, Pemerintah Kapanewon Gedangsari, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan lainnya. Hadir pula perwakilan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari tingkat kabupaten hingga ranting.
Letak Padukuhan Serut yang berada di kawasan perbatasan antarwilayah menjadikan kegiatan ini semakin istimewa. Sejumlah kepala desa dari daerah sekitar turut hadir, di antaranya Lurah Serut Sugiyanta, Lurah Kerten (Gantiwarno, Klaten), serta Lurah Gayamharjo (Sleman). Kehadiran lintas daerah ini mencerminkan kuatnya sinergi dan persatuan masyarakat.
Lurah Serut, Sugiyanta, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan masjid tersebut. Ia berharap Masjid Baitussalam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
“Pembangunan Masjid Baitussalam ini adalah wujud kebersamaan dan gotong royong warga. Kami berharap masjid ini menjadi pusat syiar Islam, mempererat ukhuwah, serta membentuk generasi berakhlak mulia,” ujar Sugiyanta.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kapanewon Gedangsari juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan masjid. Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta berkontribusi dalam proses pembangunan.
“Kami mengapresiasi inisiatif dan gotong royong masyarakat. Semoga pembangunan masjid ini berjalan lancar dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Mari kita jaga kerukunan, terlebih di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung lancar, ditandai dengan doa bersama serta peletakan batu secara simbolis oleh para tokoh yang hadir.
Dengan dimulainya pembangunan Masjid Baitussalam, masyarakat berharap ke depan akan terwujud tempat ibadah yang nyaman dan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membawa manfaat luas bagi warga sekitar.
(Pay/opinijogja)







