Foto: Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turun langsung tinjau lokasi terdampak banjir.
KLATEN, opinijogja — Banjir akibat hujan berintensitas tinggi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026). Data sementara mencatat sedikitnya sembilan kecamatan terdampak, dengan kerusakan pada permukiman warga dan fasilitas umum.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, didampingi BPBD, dinas terkait, camat, serta relawan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat di lapangan.
Di lokasi tersebut, ditemukan kerusakan cukup signifikan. Satu rumah dilaporkan roboh akibat terendam banjir sejak pagi hari. Selain itu, sejumlah rumah warga masih tergenang air, sementara satu bangunan tua mengalami kerusakan pada bagian dapur karena tidak mampu menahan tekanan air.
Dampak banjir juga merambah sektor pendidikan. Tiga sekolah sempat terendam, meski saat ini kondisi mulai berangsur terkendali. Pemerintah daerah tengah melakukan pembersihan dan pendataan kerusakan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Bupati Hamenang menegaskan, prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar. Pemerintah telah mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi, distribusi logistik, serta penanganan darurat bagi warga terdampak.
“Kami juga menginstruksikan aparat wilayah untuk terus memantau kondisi warga, terutama yang membutuhkan bantuan medis maupun tempat pengungsian,” kata Hamenang.
Sementara itu, warga menyebut banjir dipicu meluapnya sungai akibat sumbatan material bambu yang terbawa arus dari wilayah hulu. Sumbatan tersebut menyebabkan aliran air tersendat hingga akhirnya melimpas ke permukiman.
Upaya pembersihan sempat dilakukan warga, namun derasnya debit air membuat genangan sulit dihindari.
Pemerintah daerah bersama lintas sektor kini terus melakukan koordinasi penanganan, mulai dari penyaluran bantuan, pembersihan lingkungan, hingga pendataan kerusakan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, proses pemulihan pascabanjir diharapkan dapat berlangsung cepat dan kondisi segera kembali normal.
(Ip/opinijogja)















