Foto: Wisatawan mancanegara berdiskusi dengan panitia saat mengunjungi lokasi lomba burung berkicau di Jogja Bird Arena, kompleks Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yogyakarta, Minggu (05/04/2026).
YOGYAKARTA, opinijogja – Gelaran lomba burung berkicau di Jogja Bird Arena, kompleks Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yogyakarta, Minggu (05/04/2026), tidak hanya menyedot perhatian warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan mancanegara.
Salah satunya adalah Thomas, wisatawan asal Denmark yang mengaku terpukau dengan budaya lomba burung di Indonesia yang menurutnya unik dan tidak ditemui di negaranya.
Thomas mengatakan, ini merupakan pengalaman pertamanya menyaksikan kompetisi burung secara langsung. Ia terkesan dengan suasana arena yang ramai serta ratusan burung yang saling bersaing melalui kicauan merdu.
“Ini pertama kalinya saya melihat lomba seperti ini. Sangat menarik dan berbeda,” ujar Thomas saat ditemui di lokasi acara.
Menurut Thomas, meskipun masyarakat di Denmark juga memelihara burung sebagai hewan peliharaan, konsep kompetisi burung berkicau seperti di Indonesia tidak dikenal.
“Di Denmark, orang-orang memelihara burung di rumah, tetapi tidak ada kompetisi seperti ini,” katanya.
Selain itu, Thomas juga mengaku kagum dengan keanekaragaman jenis burung yang ada di Indonesia. Ia menyebut, beberapa jenis seperti kakaktua memang dikenal di Denmark, namun umumnya hanya dipelihara di dalam rumah, bukan di habitat alami seperti di wilayah tropis.
Meski bukan penggemar burung, Thomas mengaku tertarik untuk mengenal lebih jauh dunia burung berkicau di Indonesia. Ia juga menikmati atmosfer kompetisi yang menurutnya penuh semangat dan kebersamaan.
Kehadiran wisatawan asing dalam ajang ini menunjukkan bahwa tradisi lomba burung berkicau memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya, khususnya di Yogyakarta.
(Ip/opinijogja)















