Jogja Bikin Turis Denmark Speechless Gara-Gara Lomba Burung

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wisatawan mancanegara berdiskusi dengan panitia saat mengunjungi lokasi lomba burung berkicau di Jogja Bird Arena, kompleks Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yogyakarta, Minggu (05/04/2026).

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Gelaran lomba burung berkicau di Jogja Bird Arena, kompleks Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yogyakarta, Minggu (05/04/2026), tidak hanya menyedot perhatian warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan mancanegara.

Salah satunya adalah Thomas, wisatawan asal Denmark yang mengaku terpukau dengan budaya lomba burung di Indonesia yang menurutnya unik dan tidak ditemui di negaranya.

Thomas mengatakan, ini merupakan pengalaman pertamanya menyaksikan kompetisi burung secara langsung. Ia terkesan dengan suasana arena yang ramai serta ratusan burung yang saling bersaing melalui kicauan merdu.

“Ini pertama kalinya saya melihat lomba seperti ini. Sangat menarik dan berbeda,” ujar Thomas saat ditemui di lokasi acara.

Baca Juga:  Menyelami Kearifan Jawa di Museum Pawukon Kwarakan, Daya Tarik Budaya Desa Wisata Sidorejo

Menurut Thomas, meskipun masyarakat di Denmark juga memelihara burung sebagai hewan peliharaan, konsep kompetisi burung berkicau seperti di Indonesia tidak dikenal.

“Di Denmark, orang-orang memelihara burung di rumah, tetapi tidak ada kompetisi seperti ini,” katanya.

Selain itu, Thomas juga mengaku kagum dengan keanekaragaman jenis burung yang ada di Indonesia. Ia menyebut, beberapa jenis seperti kakaktua memang dikenal di Denmark, namun umumnya hanya dipelihara di dalam rumah, bukan di habitat alami seperti di wilayah tropis.

Meski bukan penggemar burung, Thomas mengaku tertarik untuk mengenal lebih jauh dunia burung berkicau di Indonesia. Ia juga menikmati atmosfer kompetisi yang menurutnya penuh semangat dan kebersamaan.

Kehadiran wisatawan asing dalam ajang ini menunjukkan bahwa tradisi lomba burung berkicau memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya, khususnya di Yogyakarta.

(Ip/opinijogja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi
JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga
JIKF 2026 Lahirkan Bibit Juara Nasional, OLLANESIA Buka Jalan Prestasi Pelayang Muda Indonesia
Jogja International Kite Festival 2026 Resmi Dibuka, 17 Negara Ramaikan Langit Parangkusumo
Gunungkidul Bidik Lonjakan Wisatawan Lewat Geopark Night Specta 8.0, Siap Pecahkan Rekor MURI dengan 1.500 Penari
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:56 WIB

Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:56 WIB

Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:36 WIB

Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:19 WIB

JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page