Foto: Perwakilan biro perjalanan dan marketing lokal menerima penghargaan dalam gelaran MJAK Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi terbanyak pemesanan jeep wisata lereng Gunung Merapi sekaligus komitmen menuju zero accident 2026, Senin (02/03/2026)?
Sleman, opinijogja – Gelaran MJAK Award 2026 pada 2 Maret 2026 menjadi momen refleksi sekaligus konsolidasi bagi para pelaku wisata jeep di lereng Gunung Merapi. Tak sekadar ajang apresiasi, acara ini menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan keselamatan wisatawan sepanjang 2026.
Ketua Umum Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi fondasi utama dalam operasional wisata petualangan tersebut.
“Target kita di 2026 adalah zero accident. Tahun 2025 masih tercatat empat insiden kecelakaan. Apalagi April nanti akan ada lonjakan wisatawan dari Jawa Barat dan momentum Lebaran, kesiapan armada menjadi harga mati,” tegasnya.
Digitalisasi Armada hingga Ramp Check
Untuk mendukung target tersebut, AJWLM mulai memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi. Di wilayah barat Kaliurang, setiap unit jeep kini telah dilengkapi sistem barcode guna memudahkan pengecekan data armada dan identitas pengemudi.
Sementara itu, untuk wilayah timur lereng Merapi, AJWLM berencana menggelar pertemuan khusus bersama pengelola setempat agar standarisasi sistem serupa bisa diterapkan secara merata.
Selain itu, koordinasi dengan Dinas Perhubungan terus dilakukan terkait pelaksanaan uji ramp check. Dari kuota yang tersedia, AJWLM memastikan setiap unit benar-benar layak jalan sebelum mengangkut wisatawan.
Soroti Etika Driver dan Peran Owner
Dalam kesempatan tersebut, Daldiri juga menyoroti kedisiplinan pengemudi dan tanggung jawab para pemilik armada. Ia mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti wisatawan yang melepas helm karena alasan bau atau basah.
Namun menurutnya, peran driver tetap menjadi faktor penentu utama keselamatan.
“Pemandu itu kunci. Bukan hanya soal perlengkapan teknis, tapi bagaimana cara membawa kendaraan dengan aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para owner agar tidak semata mengejar keuntungan tanpa memperhatikan perawatan kendaraan. “Armada ini membawa nyawa manusia. Kondisinya harus selalu prima,” katanya.
AJWLM turut mendorong sikap proaktif antaranggota komunitas untuk saling mengingatkan apabila melihat pengemudi yang berkendara ugal-ugalan.
10 Biro Perjalanan Terbanyak Order Jeep
Selain penguatan aspek keselamatan, MJAK juga memberikan penghargaan kepada 10 besar biro perjalanan wisata dengan jumlah pemesanan jeep terbanyak sepanjang periode penilaian.
Untuk tiga besar, peringkat ketiga diraih Pia Wisata Sidoarjo dengan 633 unit jeep. Posisi kedua ditempati Hanna Tour dengan 958 jeep. Sementara posisi pertama diraih Nuansa Utama Tour dengan capaian 3.518 jeep, menjadi biro yang paling banyak membawa tamu ke MJAK Adventure.
Adapun peringkat 4 hingga 10 masing-masing diraih Hokky Tour Semarang, AW Tour Surabaya, Puma Wisata Lampung, Dewangga Tour Cilacap, Ayunda Tour Purbalingga, Nila Wisata Surabaya, dan Duta Tour Brebes.
Marketing Lokal Terbaik
MJAK juga memberikan penghargaan untuk kategori marketing lokal terbaik. Peringkat ketiga diraih Cahya Pracipta dengan 233 jeep, disusul Bayu di posisi kedua dengan 255 jeep. Sementara posisi pertama diraih Adi Cahyanto dengan torehan 1.234 jeep, menjadi marketing lokal dengan kontribusi terbanyak.
Owner MJAK, Ernawan Fauzi, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap mitra dan tim pemasaran yang berperan besar dalam menjaga keberlanjutan usaha.
“Volume operasional kami dalam tiga bulan terakhir mencapai sekitar 3.560 armada internal. Dengan angka sebesar itu, penguatan SOP dan keselamatan menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Di akhir acara, Lurah Umbulharjo mengingatkan bahwa para pengemudi merupakan ujung tombak yang membawa nama baik desa. Dengan semangat “Gelar Kloso”, seluruh elemen wisata Merapi diharapkan semakin solid dalam menyambut wisatawan dengan standar keamanan lebih tinggi dan pelayanan yang humanis.
Dengan target zero accident 2026, pengelola jeep di lereng Merapi kini bersiap menghadapi musim liburan dengan sistem pengawasan yang lebih rapi, armada yang lebih siap, dan komitmen keselamatan yang diperkuat.
(Ip/opinijogja)









