Foto: Asisten I Setda Sleman, Drs Agung Ermawanta ST, Wakil Ketua II DPRD Sleman Ani Martanti, Kasatbinmas Polresta Sleman AKP Sugianto SH MH, dan Lurah Sukoharjo memantau penanaman jagung seluas 2,5 hektare oleh petani Kelompok Tani Wiji Lestari di Sukoharjo, Ngaglik, Selasa (17/2). Kegiatan ini bagian dari upaya ketahanan pangan dan swasembada jagung Kabupaten Sleman.
SLEMAN, opinijogja – Polresta Sleman mendukung program ketahanan pangan daerah melalui kegiatan penanaman jagung serentak di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (17/2).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setda Sleman Drs Agung Ermawanta ST, Wakil Ketua II DPRD Sleman Ani Martanti, Kasatbinmas Polresta Sleman AKP Sugianto SH MH, Panewu Ngaglik, serta Lurah Sukoharjo.
Kasatbinmas Polresta Sleman AKP Sugianto mengatakan, program penanaman jagung ini merupakan wujud dukungan Polresta Sleman dalam membantu ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada jagung di Kabupaten Sleman pada 2026 seluas 20 hektare.
“Di Sukoharjo sendiri dilakukan penanaman jagung seluas 2,5 hektare yang dikelola oleh 17 petani dari Kelompok Tani Wiji Lestari, Padukuhan Ngebo,” kata dia.
Sementara itu, Lurah Sukoharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi berkah bagi para petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah setempat.
Wakil Ketua II DPRD Sleman Ani Martanti menambahkan, dukungan legislatif terhadap sektor pertanian dalam program ketahanan pangan diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) Sukoharjo.
Pesan Bupati Sleman yang disampaikan melalui Asisten I Setda Sleman menekankan pentingnya peran petani sebagai penyangga pangan daerah.
“Jangan pernah gengsi menjadi petani, karena dari tangan petani ketahanan pangan kita dijaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan benih jagung dan pupuk cair dari Polresta Sleman yang diterima langsung oleh Lurah Sukoharjo.
Terpisah, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Eko Sugiyanto Ngadirin SP MMA mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan dan pembinaan secara intensif kepada petani, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan modernisasi alat pertanian.
Selain itu, dinas juga mendorong optimalisasi lahan melalui pola tanam tumpangsari palawija dengan komoditas hortikultura atau perkebunan guna meningkatkan nilai tambah lahan sekaligus menambah pendapatan petani, sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada jagung nasional.
(Ip/opinijogja)









