Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

Perayaan Imlek di Yogyakarta Berlangsung Sederhana Tanpa Pesta Kembang Api

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana halaman Klenteng Fuk Ling Miau, Kota Yogyakarta, tampak dihiasi lampion merah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Senin (16/2/2026). Tahun ini perayaan Imlek berlangsung lebih sederhana tanpa pesta kembang api, seiring penyesuaian kondisi ekonomi, namun rangkaian ibadah tetap digelar khidmat oleh para jemaat. (Foto:opinijogja)

 

Yogyakarta, opinijogja – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Klenteng Fuk Ling Miau, Kota Yogyakarta, berlangsung lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menyusul ditiadakannya pesta kembang api yang biasanya menjadi bagian dari rangkaian acara.

David, salah satu pengurus klenteng, mengatakan absennya kembang api menjadi perbedaan paling mencolok dalam perayaan Imlek tahun ini.

“Tahun ini enggak ada kembang api. Kalau secara ibadahnya semua sama, cuma kembang apinya itu saja yang enggak ada,” ujar David saat ditemui di lokasi, Senin (16/2).

Ia juga menyoroti penurunan antusiasme dari sisi ekonomi, yang terlihat dari berkurangnya jumlah jemaat yang memasang lilin doa. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh situasi ekonomi masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Pungli Pariwisata dan Kebiasaan yang Dibiarkan

“Tahun ini agak merosot di sini. Perayaannya jadi lebih sederhana, lebih menyesuaikan ke kondisi Indonesia saat ini,” katanya.

Meski berlangsung sederhana, rangkaian ritual ibadah tetap berjalan khidmat. Prosesi dimulai pukul 22.00 WIB dengan ibadah yang dipimpin oleh Biksu Sasana Bodhi Mahathera.

Selanjutnya, para jemaat melakukan penyalaan lilin secara serentak pada pukul 23.15 WIB yang diikuti doa bersama. Tepat pukul 00.00 WIB, pergantian tahun ditandai dengan pemukulan gong dan bedug.

Momen tersebut turut dimeriahkan dengan atraksi barongsai, kemunculan sosok berkostum Dewa Rezeki, serta pembagian angpao kepada para jemaat.

Pihak penyelenggara berharap, meskipun tanpa pesta kembang api, esensi doa dan harapan baik pada Tahun Baru Imlek tetap dapat tersampaikan dengan penuh kekhidmatan.

(Ip/opinijogja).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Jumat Terakhir Ramadhan, Komunitas NoLimit dan Wartawan Yogyakarta Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti Asuhan
Wartawan dan Komunitas NoLimiT Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti di Yogyakarta
Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan
Padusan Jadi Tradisi Penyambut Ramadhan Masyarakat Jawa
Imlek 2577, KAI Daop 6 Yogyakarta Meriahkan Stasiun dengan Barongsai dan Jeruk Mandarin
Prambanan: Batu, Doa, dan Ingatan Peradaban Jawa
Safari Jumat, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Salurkan Bantuan Rp19 Juta untuk Masjid Nurul Huda Karang
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:23 WIB

Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:06 WIB

Jumat Terakhir Ramadhan, Komunitas NoLimit dan Wartawan Yogyakarta Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti Asuhan

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:56 WIB

Wartawan dan Komunitas NoLimiT Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti di Yogyakarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:33 WIB

Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:53 WIB

Padusan Jadi Tradisi Penyambut Ramadhan Masyarakat Jawa

Berita Terbaru