Foto: Kepala BPBD Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa.
Sleman, opinijogja – Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Raden Haris Martapa, SE, MT, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sleman.
Raden Haris menyampaikan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Cuaca ekstrem masih terjadi. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus waspada dan melakukan mitigasi di lingkungan masing-masing,” kata Raden Haris, Minggu (01/02/2026).
Ia meminta warga memangkas pohon-pohon yang terlalu tinggi dan berpotensi membahayakan, terutama yang berada di sekitar permukiman dan jalan. Selain itu, saluran air yang tersumbat diimbau untuk segera dibersihkan guna mencegah genangan maupun banjir.
“Masyarakat bisa melakukan kerja bakti lingkungan, membersihkan selokan yang mampat, serta meneliti kondisi infrastruktur rumah, apakah ada bagian yang sudah lapuk dan berisiko roboh,” ujarnya.
Raden Haris juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika hujan lebat disertai angin kencang. Ia menyarankan pengendara untuk menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
“Jika hujan sedang berlangsung dan memungkinkan, sebaiknya berhenti dulu. Namun apabila terpaksa melanjutkan perjalanan, tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, banjir di jalan raya, kabel listrik, maupun baliho yang rawan roboh,” tegasnya.
BPBD Sleman berharap upaya mitigasi bersama dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
(Ip/opinijogja)















