Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

Haul Agung ke-482 Sunan Pandanaran Bayat, Teladani Nilai Wali Penjaga NKRI

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (tengah) menghadiri Haul Agung ke-482 Sunan Pandanaran di Kompleks Pendopo Sunan Pandanaran, Bayat, Klaten, Sabtu malam (24/1/2026).

 

Klaten, opinijogja – Ribuan jemaah memadati Kompleks Pendopo Sunan Pandanaran, Bayat, Klaten, Sabtu malam (24/1/2026), dalam peringatan Haul Agung ke-482 Sunan Pandanaran. Kegiatan yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bayat itu mengangkat tema “Sunan Pandanaran Bayat: Sang Wali Penanda Zaman”.

Acara diawali pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipimpin Sayyid Mas’ud Alwi Alhasni, diiringi hadroh Askarul Munsyidin. Kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Ketua Syuriah MWC NU Bayat, Kyai Ahmad Amin.

Dalam pembacaan manaqib, Gus Tino Suharjo menyampaikan peran penting Sunan Pandanaran sebagai tokoh sentral dalam sejarah Islam di Jawa. Ia menilai ajaran Tembayat memiliki pengaruh besar terhadap nilai kebangsaan hingga saat ini.

“Sunan Pandanaran mengajarkan Patembayatan, nilai gotong royong, tepa selira, dan melu handarbeni. Nilai ini relevan dengan semangat Pancasila dan persatuan NKRI,” ujar Gus Tino.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir. Bendahara LPP PBNU, H Tumiyono, menyebut Tembayat sebagai kawasan yang sarat nilai spiritual dan sejarah.

Baca Juga:  Persiapan Labuhan Ageng Merapi, Jalan Menuju Museum Mbah Marijan Diperbaiki

“Tembayat adalah tanah penuh keberkahan, tempat lahirnya tokoh-tokoh besar yang memberi warna bagi bangsa,” katanya.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan haul ini membawa manfaat sosial dan spiritual bagi masyarakat. Ia juga berencana memasukkan peringatan haul tokoh-tokoh besar Klaten ke dalam agenda resmi daerah.

“Pelestarian sejarah penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri,” tegas Hamenang.

Sementara itu, perwakilan panitia, H Mujiburohman, menegaskan keberlangsungan NU tidak lepas dari warisan ajaran Sunan Pandanaran yang terus hidup di tengah masyarakat.

Puncak acara diisi tausiyah oleh Rektor INSURI Ponorogo, Dr K Muhamad Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I. Ia menekankan pentingnya dakwah yang santun dan menjaga persatuan di tengah tantangan zaman.

“Keteladanan Sunan Pandanaran relevan hingga hari ini, terutama dalam merawat persatuan dan memperkuat spiritualitas bangsa,” ujarnya.

Haul Agung ke-482 Sunan Pandanaran ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Jumat Terakhir Ramadhan, Komunitas NoLimit dan Wartawan Yogyakarta Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti Asuhan
Wartawan dan Komunitas NoLimiT Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti di Yogyakarta
Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan
Padusan Jadi Tradisi Penyambut Ramadhan Masyarakat Jawa
Imlek 2577, KAI Daop 6 Yogyakarta Meriahkan Stasiun dengan Barongsai dan Jeruk Mandarin
Perayaan Imlek di Yogyakarta Berlangsung Sederhana Tanpa Pesta Kembang Api
Prambanan: Batu, Doa, dan Ingatan Peradaban Jawa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:23 WIB

Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:06 WIB

Jumat Terakhir Ramadhan, Komunitas NoLimit dan Wartawan Yogyakarta Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti Asuhan

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:56 WIB

Wartawan dan Komunitas NoLimiT Wakafkan Al-Qur’an ke Masjid dan Panti di Yogyakarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:33 WIB

Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:53 WIB

Padusan Jadi Tradisi Penyambut Ramadhan Masyarakat Jawa

Berita Terbaru