Sudah Mengabdi Puluhan Tahun, Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Sleman Masih di Bawah UMK 2026

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan keterangan kepada awak media usai audiensi dengan perwakilan PPPK Paruh Waktu Guru dan Tenaga Kependidikan di Sleman, Senin (9/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, para guru menuntut penyesuaian gaji agar sesuai UMK Sleman 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp2,6 juta lebih.(opinijogja).

 

Sleman, opinijogja – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, khususnya guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Sleman, menuntut penyesuaian gaji agar sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sleman tahun 2026.

Saat ini tercatat sekitar 1.200 PPPK Paruh Waktu guru dan tenaga kependidikan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Sleman. Gaji yang diterima masih berkisar Rp1.300.000 untuk tenaga kependidikan dan Rp1.900.000 untuk guru, jauh di bawah UMK Sleman 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp2.624.387 per bulan.

Salah satu guru PPPK Paruh Waktu, Agus, mengungkapkan kondisi tersebut saat audiensi di Sleman, Senin (9/2/2026). Agus yang telah mengajar selama 20 tahun menyebut Sleman menjadi satu-satunya daerah di DIY yang gaji PPPK Paruh Waktunya belum sesuai UMK.

“PPPK Paruh Waktu di kabupaten/kota lain di DIY sudah sesuai UMK. Di Sleman belum,” ujar Agus.

Baca Juga:  Wabup Sleman Resmikan Kandang Ayam Telur Sehat BUMKal Pandansari

Ia menambahkan, sejumlah guru justru mengalami penurunan penghasilan akibat kebijakan terbaru.

“Jadi ada beberapa tenaga pendidik yang sebelumnya gajinya sudah sesuai, bahkan lebih tinggi. Dengan kebijakan sekarang malah turun,” katanya.

Menurut Agus, para PPPK Paruh Waktu hanya meminta penyetaraan upah. Terlebih, beban kerja guru semakin berat, mulai dari administrasi hingga kewajiban mengajar.

“Sekarang tuntutan administrasi banyak, masih harus mengajar juga. Tidak sebanding dengan gajinya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan bahwa skema PPPK Paruh Waktu berbeda dengan PPPK penuh waktu sehingga memiliki item penggajian tersendiri.

“PPPK Paruh Waktu ini memiliki item-item yang berbeda, sehingga ada pemahaman yang belum sepenuhnya utuh,” kata Harda.

Pemkab Sleman, lanjut Harda, tengah mengkaji kemungkinan penggunaan dana BOS Nasional (BOSNAS) untuk membantu penggajian PPPK Paruh Waktu. Namun hal itu masih menunggu konsultasi dengan BPKP serta Kementerian terkait.

“Kami akan konsultasi ke BPKP dan berkirim ke kementerian. Kalau nanti ada lampu hijau, tentu kita jalankan. Tapi tetap harus ada regulasi supaya tidak menimbulkan masalah ke depan,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana
Pemkab Sleman Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Dibekali Edukasi Langsung dari Kejaksaan Agung
Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:43 WIB

Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sleman Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Dibekali Edukasi Langsung dari Kejaksaan Agung

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page