Foto: anggota DPRD provinsi Jawa Tengah, Kadarwati
Klaten, opinijogja – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Kadarwati, mewanti-wanti lunturnya budaya lokal saat menggelar kegiatan reses di Kalurahan Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Dalam kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu tersebut, Kadarwati mengajak masyarakat untuk kembali mengingat nilai-nilai dasar yang membentuk jati diri bangsa. Ia menilai penghormatan terhadap budaya sejalan dengan penghargaan atas peran ibu dalam kehidupan.
“Dalam rangka Hari Ibu, kita juga harus ingat bagaimana seorang ibu melahirkan dan memperjuangkan kehidupan anak-anaknya. Dari situlah nilai-nilai kehidupan ditanamkan,” kata Kadarwati, dalam keterangannya, Jumat, (19/12/2025).
Menurut dia, pelestarian budaya lokal, termasuk wayang kulit, tidak sekadar menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat fondasi moral masyarakat. Ia mencontohkan tokoh Sengkuni dalam kisah pewayangan yang dikenal berwatak licik dan culas sebagai karakter yang seharusnya dihindari.
“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan. Nilai-nilai di dalamnya mengajarkan etika dan karakter,” ujarnya.
Kadarwati menambahkan, pondasi bangsa akan kokoh apabila masyarakat tetap nguri-uri dan melestarikan budaya sendiri. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak menjauh dari warisan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi ruang penyerapan aspirasi warga, tetapi juga sarana menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga budaya lokal sebagai bagian dari kekuatan bangsa. (Ip/opinijogja).







