Foto: Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto berpose bersama jajaran pengurus dan pemangku kepentingan dalam Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Pendopo Parasamya, Sleman, Sabtu (24/1/2026).
SLEMAN, opinijogja — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2026 pada Sabtu (24/1/2026) di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman. Forum tahunan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto, Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) GBPH Prabukusumo, serta seluruh unsur PMI Kabupaten Sleman.
Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 PMI Sleman telah melaksanakan 204 kegiatan atau sekitar 52 persen dari total 395 kegiatan yang tercantum dalam program kerja. Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, PMI Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp21,2 miliar.
Mafilindati merinci, penerima manfaat layanan PMI Sleman tahun 2025 meliputi distribusi 39.210 kantong darah melalui layanan donor darah. Selain itu, layanan Lada Manis (Layanan Darah Sleman Gratis) menjangkau 6.583 orang, Klinik Pratama melayani 6.069 orang, layanan ambulans gawat darurat sebanyak 861 orang, serta layanan tim kesehatan dan ambulans non-darurat yang menjangkau 108.581 orang.
PMI Sleman juga melaksanakan pendampingan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana melalui sosialisasi dan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana kepada 4.604 orang.
“Kami menyadari belum bisa memberikan layanan yang sempurna, tetapi kami berupaya memberikan pelayanan yang optimal sesuai kemampuan kami,” kata Mafilindati.
Bupati Sleman yang diwakili Sekda Sleman Susmiarto menyampaikan apresiasi atas dedikasi PMI Kabupaten Sleman dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menilai PMI sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya dalam penanganan kebencanaan, kecelakaan, pelayanan kesehatan, serta penyediaan darah.
“Musyawarah Kerja PMI Sleman tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum evaluasi atas program yang telah berjalan, sehingga ke depan layanan kemanusiaan dapat terus ditingkatkan,” ujar Susmiarto.
Sementara itu, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengaku bangga atas kinerja PMI Kabupaten Sleman yang dinilainya solid dan total dalam bekerja. Ia menekankan kuatnya kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, dan berbagai unsur pendukung lainnya.
“Dari pengalaman saya memimpin berbagai organisasi, Sleman selalu menjadi yang terbaik. Pengurusnya bekerja total, kerja keras, kerja cerdas, dan saling bekerja sama. Pemerintah daerah juga memberikan motivasi, fasilitasi, dan apresiasi,” kata Prabukusumo.
Dalam kesempatan tersebut, PMI Kabupaten Sleman juga menyerahkan penghargaan kepada kapanewon dengan pelaksanaan donor darah massal terbanyak. Peringkat pertama diraih PMI Kapanewon Cangkringan dengan lima kali kegiatan donor darah dan total 797 pendonor. Disusul Kapanewon Kalasan dengan 540 pendonor, Kapanewon Seyegan 230 pendonor, Kapanewon Godean 216 pendonor, serta Kapanewon Ngemplak 196 pendonor.
(Jon/opinijogja)















