Foto: kopi Menir Merapi, produk lokal kopi robusta asli Umbulharjo, Cangkringan.
Sleman, opinijogja – Kalikuning Brand diluncurkan sebagai umbrella brand untuk seluruh produk usaha mikro di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Strategi ini dipilih untuk memperkuat pemasaran UMKM sekaligus menjawab tantangan keterbatasan sumber daya pelaku usaha.
Ketua Lembaga Usaha Mikro Umbulharjo, Anton, mengatakan mayoritas pelaku usaha mikro di wilayahnya berusia di atas 50 tahun. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha lebih fokus pada produksi, sementara aspek pemasaran kerap kurang optimal.
“Rata-rata pelaku usaha sudah di atas 50 tahun. Energi banyak habis di produksi dan cenderung berada di zona nyaman. Karena itu kami memilih strategi umbrella brand,” kata Anton saat dihubungi opinijogja, Sabtu (27/12/2025).
Melalui Kalikuning Brand, pelaku usaha diharapkan dapat fokus pada produksi dan pengembangan produk. Sementara itu, seluruh kegiatan pemasaran, mulai dari branding hingga promosi digital, ditangani oleh Kalikuning Brand.
Sebagai langkah awal, Kalikuning Brand meluncurkan galeri online melalui laman kalikuningbrand.com. Platform ini disiapkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama segmen wisatawan. Promosi juga diperkuat melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Dalam pengelolaannya, Kalikuning Brand didukung tiga tim utama, yakni branding, kreatif, dan marketing. Seluruh tim diisi oleh tenaga muda yang bersinergi dengan Karang Taruna Umbulharjo.
Anton menjelaskan, ke depan Kalikuning Brand ditargetkan menjadi badan hukum usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Badan usaha ini tidak hanya mengelola galeri online, tetapi juga galeri offline, sentra kerajinan batu, sentra industri susu, sentra industri kopi, hingga destinasi eduwisata.
“Nantinya akan bersinergi dengan BUMKal sebagai payung utama usaha di tingkat kalurahan, dengan orientasi memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli kalurahan,” ujarnya.
Selain umbrella brand, Lembaga Usaha Mikro Umbulharjo juga menerapkan strategi fee based income. Umbulharjo yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sleman dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui paket ekoagroeduwisata.
Saat ini, sejumlah unit usaha telah berjalan sebagai destinasi wisata berbasis produksi, di antaranya Batik Badong, Kopi Tunggak Semi, Rembulan Merapi Farm, Naura Jamur, Sentra Kerajinan Batu, serta Museum Hidup Anggrek Spesies Balelawang.
Terkait pemilihan nama, Anton menyebut Kalikuning diambil dari nama sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan secara geografis berada di wilayah Kalurahan Umbulharjo.
“Secara filosofis, Kalikuning menjadi simbol penyatuan energi yang menciptakan keharmonisan alam,” pungkasnya. (Ip/opinijogja)







