Foto: Panglima Komandan DPP FJI, Ustaz Abdurohman.
Yogyakarta, opinijogja – Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI) menyampaikan keberatan atas pernyataan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menyebut zakat “tidak populer”. FJI meminta agar pernyataan tersebut diluruskan agar tidak menimbulkan polemik di tengah umat.
Panglima Komandan DPP FJI, Ustaz Abdurohman, mengatakan zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dasar teologis dan sosial yang kuat. Menurutnya, zakat bukan persoalan populer atau tidak populer, melainkan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat sebagai muzaki.
“Zakat adalah kewajiban agama, bukan soal tren. Ia punya dasar yang jelas dan peran sosial yang besar,” kata Abdurohman dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).
Sebelumnya, Nasaruddin Umar menjelaskan umat Islam tidak hanya terpaku pada kewajiban minimal seperti zakat, tetapi juga perlu meningkatkan infak dan sedekah yang nilainya bisa lebih besar untuk kemajuan umat. Dalam konteks itu, ia menyebut zakat tidak populer dibandingkan sedekah.
FJI menilai, jika zakat dianggap belum optimal dalam mendukung sistem ekonomi nasional, hal itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Evaluasi tersebut, kata dia, mencakup penguatan literasi zakat, transparansi, tata kelola, serta integrasi dengan program pengentasan kemiskinan.
Selain itu, FJI mendorong Kementerian Agama untuk meningkatkan edukasi dan digitalisasi pengumpulan zakat serta memperkuat sinergi dengan lembaga amil zakat. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan publik.
FJI juga mengingatkan agar narasi yang berkembang di ruang publik disampaikan secara hati-hati. “Zakat adalah instrumen ibadah sekaligus sosial ekonomi yang telah terbukti membantu mustahik dan memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.
(Ip/opinijogja)















