Bupati Sleman Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berikan Data yang Jujur dan Akurat

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan sambutan saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Sleman di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (26/6/2026). 

 

SLEMAN, opinijogja – Bupati Sleman Harda Kiswaya secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Sleman di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (26/6/2026). Pencanangan tersebut menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Acara tersebut dihadiri Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta Endang Tri Wahyuningsih, Kepala BPS Kabupaten Sleman Widhi Pranowo, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan memiliki peran strategis dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

Ia mengajak seluruh masyarakat maupun pelaku usaha di Kabupaten Sleman untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas pendataan serta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur.

“Mari seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sleman menyambut petugas sensus dengan terbuka. Silakan berikan data yang benar, lengkap, dan jujur saat dilakukan pendataan,” ujar Harda.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sleman Widhi Pranowo menjelaskan, pihaknya mengerahkan 1.048 personel untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 922 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 126 Petugas Pengawas Lapangan (PML).

Baca Juga:  Tradisi Ngaruhke Menguatkan AR dan Ibunya di Kulon Progo

Menurutnya, seluruh petugas akan melakukan pendataan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 guna memotret kondisi dan potensi usaha di Kabupaten Sleman, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan berskala besar.

“Pendataan ini diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan penting dalam mengukur pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, termasuk perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif selama satu dekade terakhir.

Ia menjelaskan, data sensus juga akan menjadi dasar berbagai kebijakan strategis pemerintah, mulai dari penyusunan program pelatihan dan peningkatan kompetensi, hingga penyaluran pembiayaan perbankan dan pengembangan sektor usaha.

“Validitas data sangat menentukan kualitas kebijakan yang akan diambil pemerintah. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.

Endang juga menyebut Kabupaten Sleman memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Bahkan, jumlah unit usaha di Kabupaten Sleman tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga kualitas data yang dihimpun akan menjadi faktor penting dalam mendukung perencanaan pembangunan ekonomi di masa mendatang.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
PDAM Tirta Sembada Sleman Ungkap Strategi Tekan Kebocoran Air, Layanan 44 Ribu Pelanggan Tetap Optimal
DPUPKP Sleman Tegaskan Investasi Tak Boleh Langgar Tata Ruang, Pembangunan Berkelanjutan Jadi Prioritas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page