Benahi Tata Kelola Internal, Dispar Gunungkidul Targetkan Peningkatan PAD Sektor Pariwisata

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pembenahan tata kelola internal Dispar guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata, di Kantor Dispar Gunungkidul, Rabu (11/2/2026).foto: opinijogja.

 

Gunungkidul, opinijogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul melakukan pembenahan internal secara menyeluruh guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Langkah ini dilakukan sesuai arahan Bupati Gunungkidul yang menekankan penguatan tata kelola internal sebelum memperluas koordinasi lintas sektor. Saat ini, Dispar masih memprioritaskan konsolidasi internal sehingga koordinasi eksternal belum dilakukan secara intensif.

Sekretaris Dispar Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pembenahan dilakukan melalui peninjauan ulang Standar Operasional Prosedur (SOP), penguatan tim monitoring dan evaluasi (monev), hingga pendampingan langsung terhadap petugas pemungut retribusi.

“Saat ini kami fokus pada pembenahan internal terlebih dahulu sesuai arahan Ibu Bupati. SOP kami tinjau ulang, tim monev diperkuat, dan petugas TPR dievaluasi agar sistem berjalan lebih optimal,” ujar Eko saat dimintai keterangan awak media Fakta86 di Kantor Dispar Gunungkidul, Rabu (11/2/2026).

Dalam proses evaluasi tersebut, sebanyak 31 petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) telah diganti. Selain itu, sejumlah personel lainnya juga dirotasi berdasarkan hasil evaluasi kinerja. Langkah ini diambil untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus meminimalisir potensi kebocoran retribusi di lapangan.

Baca Juga:  Gunungkidul Bidik Lonjakan Wisatawan Lewat Geopark Night Specta 8.0, Siap Pecahkan Rekor MURI dengan 1.500 Penari

Dispar Gunungkidul juga tengah menyusun Calendar of Events Gunungkidul yang merangkum berbagai agenda lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari event budaya seperti Rasulan, festival daerah, hingga kegiatan olahraga dan ekonomi kreatif.

Selain penguatan sistem retribusi, pemerintah daerah mulai mengarahkan pengembangan wisata ke kawasan utara Gunungkidul seiring selesainya jalur Sleman–Gunungkidul yang dinilai membuka akses destinasi baru. Pemerintah juga membuka peluang investasi swasta sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami terbuka bagi investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sarana dan prasarana pariwisata, mengingat keterbatasan anggaran daerah,” tambah Eko.

Hasil pembenahan internal tersebut mulai menunjukkan dampak signifikan. Hingga 11 Februari 2026, PAD sektor pariwisata Gunungkidul tercatat mencapai Rp8 miliar, meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pengawasan di lapangan juga diperketat, termasuk di pintu masuk objek wisata dan area parkir. Klarifikasi kepada kru bus dan rombongan wisatawan turut dilakukan guna memastikan transparansi jumlah pengunjung.

Untuk menjaga kenyamanan wisatawan selama libur Lebaran, Pemkab Gunungkidul menyediakan kanal aduan resmi yang dapat diakses masyarakat melalui akun Bupati @bupatigunungkidul atau @endahsubektikuntariningsih serta akun instansi @pemkabgunungkidul dan @disparekrafpora_gk.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana
Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:43 WIB

Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page