Festival Reog NU Bayat Perkuat Dakwah Kultural dan Pelestarian Seni Tradisi

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Agenda Festival Reog yang digelar MWC NU Bayat, Minggu (14/12).

 

Klaten, opinijogja – Padepokan Jabalahad, Desa Talang, Kecamatan Bayat, Klaten, menjadi saksi berlangsungnya Festival Reog yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bayat bersama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini menegaskan peran seni budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari dakwah Islam yang membumi dan ramah tradisi.

Festival berlangsung meriah dengan melibatkan seniman Reog, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Acara ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi lintas komunitas seni dan keagamaan di wilayah Bayat.

Pengasuh Padepokan Jabalahad, KRT Iman Widodo Secodipuro, mengatakan festival tersebut terselenggara berkat kolaborasi MWC NU Bayat, Lesbumi, dan Pemerintah Desa Talang. Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan seni budaya lokal.

“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar berkat sinergi semua pihak,” ujar KRT Iman Widodo, yang juga merupakan abdidalem ulama Karaton Surakarta Hadiningrat.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Bayat, Kyai Irzal Maryanto, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki sejarah panjang dalam merawat seni dan tradisi Nusantara. Menurutnya, seni budaya merupakan medium dakwah yang efektif karena dekat dengan kehidupan masyarakat.

“NU tidak pernah berjarak dengan tradisi. Seni dan budaya adalah bagian dari dakwah Islam yang rahmatan lil alamin,” tegas Kyai Irzal.

Baca Juga:  334 Siswa MAN 1 Klaten Lulus 100 Persen, 60 Diterima PTN Jalur Prestasi Tanpa Tes

Senada dengan itu, Ketua Lesbumi Bayat, Gus Tino Suharjo, menilai Reog tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan juga mengandung nilai tuntunan. Perpaduan seni gerak dan musik dalam Reog, kata dia, mencerminkan kearifan lokal dan semangat gotong royong masyarakat.

“Reog mengajarkan kebersamaan, disiplin, dan penghormatan terhadap tradisi,” ujar Gus Tino, yang juga abdidalem Karaton Surakarta Hadiningrat.

Sementara itu, Katib Syuriyah MWC NU Bayat, Kyai Wahyudi Pujo Prasetyo, menjelaskan bahwa seni Reog telah hidup dan berkembang dalam lintasan sejarah masyarakat Jawa. Ia menegaskan bahwa Reog tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

“Reog tumbuh seiring dakwah para wali dan berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Talang. Kepala Desa Talang, Sutopo, menyatakan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung kegiatan seni budaya yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Selama kegiatan ini memperkuat kerukunan dan melestarikan budaya, kami siap mendukung,” katanya.

Melalui Festival Reog ini, NU Bayat berharap seni tradisi tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi sarana dakwah kultural yang memperkuat harmoni antara nilai keislaman dan budaya lokal. (Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga
DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur
Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera
Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong
Pemeliharaan Jalan Desa di Sleman Dikebut, 86 Titik Masuk Program Perbaikan 2026
Sleman Gandeng Kemenkum DIY, Perkuat Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual hingga Tempe Pondoh
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:10 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:56 WIB

DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:32 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:33 WIB

Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:40 WIB

Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong

Berita Terbaru