Seminar Pencegahan Radikalisme di Sekolah, Densus 88 Gandeng Disdik dan KPAID Yogyakarta

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Satgaswil Densus 88 Anti Teror (AT) Polri DIY gelar sosialisasi pencegahan radikalisme di balai kota Yogyakarta, Jumat (28/11).

 

YOGYAKARTA, Opini jogja – Satgaswil Densus 88 Anti Teror (AT) Polri DIY berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan KPAID Yogyakarta menggelar Seminar Sosialisasi Deteksi Dini dan Penanganan Terorisme di Aula Bima, Kompleks Balaikota Yogyakarta. Kegiatan ini digelar untuk merespons meningkatnya ancaman penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda, Jumat ( 28/11).

Sebanyak 120 Kepala Sekolah dan Guru BK SMP/MTs se-Kota Yogyakarta hadir sebagai peserta, mengingat posisi mereka sebagai pihak yang paling dekat dalam pengawasan siswa sehari-hari.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Ansori, menekankan pentingnya peran sekolah dalam pengawasan dan pencegahan radikalisme, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menyebut kolaborasi lintas lembaga sebagai kunci pencegahan yang efektif.

Kasatgaswil DIY Densus 88 mengungkapkan bahwa meski aksi teror di DIY menurun, indeks potensi radikalisme nasional justru meningkat hingga 11,7% pada 2023. Ia menyoroti media sosial, game online, serta fenomena bullying sebagai pintu masuk yang membuat remaja rentan terpapar paham radikal. Para guru diminta lebih aktif mengedukasi siswa terkait bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Baca Juga:  Royal Darmo Malioboro Hotel Siapkan Paket Spesial Nataru, Okupansi Diprediksi Menguat Mulai 24–28 Desember

Sementara itu, Ketua KPAID Yogyakarta, Silvy Dewayani, menegaskan pentingnya penguatan mental dan pengawasan penggunaan gadget. Ia menjelaskan bahwa tekanan psikologis, frustrasi, hingga paparan konten digital berbahaya seperti pornografi, cyber bullying, dan propaganda radikal membuat siswa semakin rentan.

KPAID mendorong sinergi lebih kuat antara sekolah, orang tua, serta berbagai lembaga terkait seperti DP3AP2, Dinsos, Kemenag, dan Kesbangpol untuk memastikan perlindungan maksimal bagi anak dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

Seminar ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan radikalisme di level sekolah, sekaligus mempererat sinergitas lintas sektor dalam menjaga generasi muda dari ancaman paham ekstrem. (Aiman/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Izin Kelola TKD Terbit, Glagaharjo Siap Kembangkan Wisata Teras Merapi
Pemkab Sleman Teken NPHD TMMD 2026 dengan 4 LPMK
Gropyokan Tikus Digelar di Minggir Sleman, DPKP DIY Tekankan Pengendalian OPT
Wabup Kulon Progo Ingatkan Pelajar SMP Bahaya Judi Online dan Radikalisme
Lintas Komunitas Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Kalasan
Penggugat Hadirkan Saksi, Sidang Sengketa Tanah Lawan BPR Lumintu Kembali Akan Digelar Pekan Depan
SBSI Resmi Bentuk Lembaga Bantuan Hukum, Perkuat Akses Keadilan bagi Buruh
Jembatan Penghubung Sentolo–Nanggulan Amblas, Pemkab Kulon Progo Lakukan Penanganan Darurat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:55 WIB

Pemkab Sleman Teken NPHD TMMD 2026 dengan 4 LPMK

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:27 WIB

Gropyokan Tikus Digelar di Minggir Sleman, DPKP DIY Tekankan Pengendalian OPT

Senin, 19 Januari 2026 - 14:45 WIB

Wabup Kulon Progo Ingatkan Pelajar SMP Bahaya Judi Online dan Radikalisme

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:50 WIB

Lintas Komunitas Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Kalasan

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:58 WIB

Penggugat Hadirkan Saksi, Sidang Sengketa Tanah Lawan BPR Lumintu Kembali Akan Digelar Pekan Depan

Berita Terbaru

Opinijogja

Kenyang Diprioritaskan, Pendidikan Ditinggalkan

Rabu, 21 Jan 2026 - 23:48 WIB