SLEMAN, opinijogja.id — Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cebongan dalam program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat menghadiri acara pisah sambut Kepala Lapas Cebongan di Sleman, Selasa (18/8/2026). Acara tersebut menandai pergantian kepemimpinan dari Lamarta Surbakti kepada Tri Mulyono.
Danang mengatakan, pembinaan warga binaan bukan hanya menjadi tanggung jawab internal lapas, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen daerah.
“Pembinaan masyarakat di sini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kemarin ada pelatihan pertanian hingga kerajinan. Bahkan hasil batik mereka yang dikalungkan hari ini sangat bagus,” ujar Danang.
Ia menambahkan, Pemkab Sleman siap membantu memperluas pemasaran produk kerajinan warga binaan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), sehingga produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Danang, suasana Lapas Cebongan yang bersih, ramah, dan produktif juga menjadi bagian penting dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan. Lapas tidak semata-mata dipandang sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan pengembangan keterampilan.
Dalam kesempatan tersebut, Danang turut menyampaikan filosofi kepemimpinan Jawa mengenai pentingnya memadukan tenaga, pikiran, dan rasa dalam menjalankan organisasi.
“Kalau antara tenaga, pikiran, dan rasa dipadukan, seorang pemimpin akan mendapatkan hasil yang maksimal. Kebijakan yang diambil bisa diterima dengan baik oleh bawahan dan dapat dijalankan secara optimal,” katanya.
Pemkab Sleman juga menyampaikan apresiasi kepada Lamarta Surbakti atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Sleman. Sementara kepada Tri Mulyono, Pemkab Sleman menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar sinergi antara Lapas Cebongan dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program pembinaan warga binaan, termasuk pengembangan keterampilan pertanian dan kerajinan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.
(Jon/opinijogja)









