Foto: Beras premium merek Befood Setra Ramos dan Punokawan serta beras SPHP tersedia di jaringan ritel modern sebagai bagian dari langkah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan beras bagi masyarakat di DIY.
YOGYAKARTA, opinijogja.id – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta mengintensifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras premium bermerek Befood Setra Ramos dan Punokawan di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan beras bagi masyarakat.
Penyaluran difokuskan pada dua jalur distribusi utama, yakni pasar-pasar tradisional yang menjadi titik pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan ritel modern. Strategi tersebut merupakan bagian dari upaya BULOG dalam merespons dinamika harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan penggelontoran beras SPHP dan beras premium dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.
“Penyaluran kami prioritaskan ke pasar-pasar tradisional yang menjadi titik pencatatan SP2KP untuk memastikan harga eceran beras tetap terkendali dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Di sisi lain, kami juga memperluas distribusi ke jaringan ritel modern agar masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, semakin mudah mendapatkan beras SPHP maupun beras premium bermerek BULOG dengan kualitas yang terjaga,” ujar Dedi, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen BULOG dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas pangan pokok. Dengan memperkuat pasokan di pasar, BULOG berharap dapat menekan potensi kenaikan harga sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan stok.
Dalam pelaksanaannya, BULOG Kanwil Yogyakarta terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sinergi lintas instansi dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan mampu menjangkau pedagang hingga tingkat eceran.
Dedi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan atau panic buying. Ia memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang-gudang BULOG wilayah Yogyakarta berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah di wilayah Yogyakarta sangat aman. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan terus kami jaga,” tegasnya.
Melalui penguatan distribusi beras SPHP dan beras premium secara masif, BULOG Kanwil Yogyakarta berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, serta kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
(Ip/opinijogja)









