Pelatihan Peternakan Bantul 2026, Peternak Dibekali Manajemen hingga Kesehatan Hewan

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Eko Nugroho (tengah, mengenakan batik), bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul dan peserta Kelompok Tani Tani Mulyo usai pelatihan peternakan di Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan, Bantul, 4–5 Mei 2026.

 

BANTUL, opinijogja – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul terus mendorong peningkatan populasi dan kualitas peternakan melalui kegiatan pelatihan bagi kelompok ternak. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada 4–5 Mei 2026, menyasar Kelompok Tani Tani Mulyo di Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas peternak dari hulu hingga hilir dalam pengelolaan usaha peternakan, khususnya komoditas kambing dan domba. Berbagai materi diberikan secara komprehensif, mulai dari motivasi usaha peternakan, kesehatan ternak, agribisnis peternakan, hingga manajemen budidaya, pakan, dan pascapanen.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait perizinan usaha ternak, kebijakan pertanian di Kabupaten Bantul, serta dinamika kelompok sebagai upaya memperkuat kelembagaan peternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Eko Nugroho, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman peternak secara menyeluruh.

Baca Juga:  Polres Gunungkidul Tanam Jagung Serentak Dukung Target Swasembada Pangan 2026

“Kegiatan ini membuat peternak memahami aktivitas dari hulu sampai hilir yang berkaitan dengan kambing dan domba. Khususnya kesehatan hewan yang menjadi bagian penting dari kesejahteraan ternak,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan konsep animal welfare atau kesejahteraan hewan menjadi kunci dalam menjaga produktivitas ternak, baik di Kabupaten Bantul maupun secara umum di DIY.

“Animal welfare menjadi jawaban agar produktivitas ternak tetap terjaga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aris juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai program, termasuk bantuan alat pengolahan hortikultura dari Gubernur DIY yang telah disalurkan kepada kelompok wanita tani (KWT).

“Bantuan tersebut diharapkan segera dimanfaatkan agar memberikan nilai tambah bagi kelompok penerima,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis (bimtek) lanjutan untuk masing-masing KWT akan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2026 sebagai bentuk penguatan pemanfaatan bantuan tersebut.

Melalui pelatihan ini, diharapkan peternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat daya saing usaha serta menjaga keberlanjutan sektor peternakan di Bantul.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemda DIY Salurkan Bantuan Pengolahan Cabai dan Bawang 2026, Dorong Hilirisasi dan Stabilitas Harga Pangan
Panen Perdana Desa Mandiri Benih di Sleman, Perkuat Kemandirian Benih Padi DIY
APTRI Sleman Siapkan Musim Giling 2026, Targetkan Produksi 1.130 Ton Gula
BULOG DIY Serap 101 Ribu Ton Beras, Jaga Harga dan Stok Tetap Stabil
Hari Jadi ke-4, Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” Perkuat Kesejahteraan Petani
Kandang Ayam Sistem Permakultur, Solusi Ternak Hemat dan Ramah Lingkungan
DPKP DIY Serahkan 8 Traktor di Festival Menoreh 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem
Satgas Pangan DIY Pantau Harga dan Stok di Gunungkidul, Beras dan Minyak Dipastikan Aman
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:35 WIB

Pelatihan Peternakan Bantul 2026, Peternak Dibekali Manajemen hingga Kesehatan Hewan

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:18 WIB

Pemda DIY Salurkan Bantuan Pengolahan Cabai dan Bawang 2026, Dorong Hilirisasi dan Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 15:37 WIB

Panen Perdana Desa Mandiri Benih di Sleman, Perkuat Kemandirian Benih Padi DIY

Rabu, 15 April 2026 - 13:29 WIB

APTRI Sleman Siapkan Musim Giling 2026, Targetkan Produksi 1.130 Ton Gula

Rabu, 15 April 2026 - 01:55 WIB

BULOG DIY Serap 101 Ribu Ton Beras, Jaga Harga dan Stok Tetap Stabil

Berita Terbaru

Opinijogja

Sekolah Tanpa Jiwa

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:52 WIB