Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Eko Nugroho (tengah, mengenakan batik), bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul dan peserta Kelompok Tani Tani Mulyo usai pelatihan peternakan di Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan, Bantul, 4–5 Mei 2026.
BANTUL, opinijogja – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul terus mendorong peningkatan populasi dan kualitas peternakan melalui kegiatan pelatihan bagi kelompok ternak. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada 4–5 Mei 2026, menyasar Kelompok Tani Tani Mulyo di Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas peternak dari hulu hingga hilir dalam pengelolaan usaha peternakan, khususnya komoditas kambing dan domba. Berbagai materi diberikan secara komprehensif, mulai dari motivasi usaha peternakan, kesehatan ternak, agribisnis peternakan, hingga manajemen budidaya, pakan, dan pascapanen.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait perizinan usaha ternak, kebijakan pertanian di Kabupaten Bantul, serta dinamika kelompok sebagai upaya memperkuat kelembagaan peternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Eko Nugroho, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman peternak secara menyeluruh.
“Kegiatan ini membuat peternak memahami aktivitas dari hulu sampai hilir yang berkaitan dengan kambing dan domba. Khususnya kesehatan hewan yang menjadi bagian penting dari kesejahteraan ternak,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan konsep animal welfare atau kesejahteraan hewan menjadi kunci dalam menjaga produktivitas ternak, baik di Kabupaten Bantul maupun secara umum di DIY.
“Animal welfare menjadi jawaban agar produktivitas ternak tetap terjaga,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aris juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai program, termasuk bantuan alat pengolahan hortikultura dari Gubernur DIY yang telah disalurkan kepada kelompok wanita tani (KWT).
“Bantuan tersebut diharapkan segera dimanfaatkan agar memberikan nilai tambah bagi kelompok penerima,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis (bimtek) lanjutan untuk masing-masing KWT akan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2026 sebagai bentuk penguatan pemanfaatan bantuan tersebut.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat daya saing usaha serta menjaga keberlanjutan sektor peternakan di Bantul.
(Ip/opinijogja)








