Foto: Petugas Perum BULOG Kanwil DIY bersama tim lapangan melakukan penimbangan gabah hasil panen petani di salah satu sentra produksi, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyerapan gabah untuk menjaga stabilitas harga serta memperkuat cadangan beras pemerintah.
YOGYAKARTA, opinijogja — Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah dan beras petani. Hingga Selasa (14/4/2026), realisasi penyerapan telah menembus 101.196,9 ton setara beras, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Capaian ini menjadi indikator positif dalam mendukung program swasembada pangan, sekaligus menjalankan penugasan pemerintah yang sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak di lapangan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BULOG serta dukungan lintas sektor. Kami berkomitmen terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” ujarnya.
Jemput Bola ke Sentra Produksi
BULOG DIY mengintensifkan penyerapan melalui Tim Jemput Pangan yang secara aktif turun langsung ke sentra-sentra produksi di wilayah DIY dan sekitarnya. Strategi ini dinilai efektif dalam memastikan hasil panen petani terserap maksimal.
Menurut Dedi, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan penyerapan. Kolaborasi tersebut melibatkan TNI, Polri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah daerah, mitra penggilingan, hingga para petani.
“Kolaborasi ini memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.
Harga GKP Rp6.500/Kg, Petani Diminta Jual ke BULOG
Dalam kesempatan itu, BULOG juga mengimbau petani yang memasuki masa panen untuk menjual gabahnya kepada BULOG dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP).
Langkah ini tidak hanya memberikan kepastian harga bagi petani, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional.
“Kami mengajak petani menjual gabah ke BULOG agar mendapatkan harga yang layak sekaligus mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah,” jelas Dedi.
Jaga Stabilitas Harga dan Stok Beras
Penyerapan gabah yang optimal dinilai memiliki dampak strategis, baik di tingkat petani maupun konsumen. Selain menjamin harga di tingkat produsen, langkah ini juga menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.
Dengan stok yang terjaga, BULOG memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap aman untuk menghadapi berbagai kebutuhan, termasuk intervensi pasar.
Melalui intensifikasi penyerapan ini, BULOG DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah petani, menjaga keseimbangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, serta memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
(Ip/opinijogja)















