Foto: Wahana bianglala dan sejumlah permainan anak menghiasi gelaran pasar malam Ramadhan 1447 H di Lapangan Denggung, Sleman, Kamis (19/2/2026). Lantunan sholawat yang diputar selama kegiatan menambah suasana religius tanpa mengurangi kemeriahan hiburan rakyat tersebut.
Sleman opinijogja – Lantunan sholawat mengiringi gelaran pasar malam di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah. Suasana religius terasa lebih kental tanpa menghilangkan kemeriahan khas pasar malam yang menjadi daya tarik masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama 15 hari, mulai 7 hingga 21 Februari 2026 tersebut menghadirkan konsep berbeda dibandingkan gelaran sebelumnya. Selain wahana hiburan dan stan kuliner, pengunjung juga disuguhi alunan musik islami dan sholawat yang diputar di area kegiatan.
Salah seorang warga Sleman, Iwan Setyawan, menilai konsep tersebut layak dipertahankan setiap tahun menjelang Ramadhan.
“Situasi seperti ini harus dipertahankan setiap tahun menjelang awal Ramadhan, dengan nuansa religius seperti ini,” ujarnya di Sleman, Kamis (19/2/2026).
Menurut dia, pasar malam yang dibalut suasana religius tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Selain menciptakan atmosfer berbeda, kegiatan ini juga dinilai berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang turut berpartisipasi.
Pemerintah Kabupaten Sleman diharapkan terus mendukung kegiatan serupa karena dinilai mampu memadukan penguatan ekonomi kerakyatan dengan pembinaan nilai sosial dan keagamaan.
Penyelenggaraan pasar malam tersebut juga mendapat dukungan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman yang memberikan izin dan fasilitasi kepada panitia.
“Kami sangat berterima kasih kepada BKAD Sleman yang telah memberi kesempatan. Dukungan ini sangat berarti untuk kelancaran acara dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal,” ujar Maryadi.
Melalui konsep religius tersebut, pasar malam Ramadhan di Denggung diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan dan transaksi ekonomi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat Sleman.
(Ip/opinijogja)















