Foto: Relawan lintas agama bersama DPD Foreder DIY gotong royong membersihkan Kelenteng Fuk Ling Miau (Gondomanan), Yogyakarta, jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai wujud toleransi dan kebersamaan. (Foto: opinijogja).
YOGYAKARTA, opinijogja — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Kelenteng Fuk Ling Miau atau Kelenteng Gondomanan di Jalan Brigjen Katamso No. 3, Gondomanan, Kota Yogyakarta, menggelar kegiatan bersih-bersih yang melibatkan DPD Foreder DIY bersama komunitas lintas agama, Kamis (12/02/2026).
Koordinator Lapangan Foreder DIY, Tommy Lumempo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan menjelang Imlek sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan nilai kebersamaan antarumat beragama.
“Kegiatan ini memang rutin setiap tahun. Kami dari komunitas di Jogja bekerja sama membantu bersih-bersih Kelenteng Fuk Ling Miau. Untuk hari ini dibagi dua shift. Shift pagi sekitar 40 orang, shift kedua juga kurang lebih 40 orang,” ujar Tommy.
Ia menjelaskan, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB, dengan melibatkan relawan dari berbagai latar belakang agama.
“Di sini juga ada komunitas lintas agama. Tahun lalu kegiatannya juga sama. Ini bentuk kebersamaan kami menyambut Tahun Baru Imlek,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kelenteng Fuk Ling Miau, Ang Ping Siang yang akrab disapa Angling Wijaya, menyampaikan bahwa perayaan Imlek 2026, yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api, akan berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya tanpa perubahan berarti.
“Perayaan Imlek tahun ini tetap seperti biasa. Untuk kegiatan bersih-bersih ini kami dibantu teman-teman relawan lintas agama. Walaupun berbeda-beda agama, tetap bisa saling membantu. Selain itu mereka juga ngalap berkah,” ujar Angling.
Ia berharap seluruh rangkaian perayaan Imlek 2026 dapat berjalan lancar.
“Harapannya semua dilancarkan. Kita tetap satu NKRI. Untuk puncak acara nanti tanggal 16 malam. Biasanya umat sudah datang sejak sore, lalu tepat pukul 12 malam kita berdoa bersama dan saling mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan tidak hanya membersihkan area kelenteng, tetapi juga altar serta patung-patung dewa. Kain jubah yang dikenakan patung-patung dewa turut diganti sebagai bagian dari persiapan ritual.
Angling menambahkan, pembersihan patung dewa memiliki tata cara dan aturan khusus sehingga tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Kurang lebih ada 19 dewa yang dibersihkan, salah satunya Dewa Bumi (Fuk Ling Miauw) yang menjadi tuan rumah di kelenteng ini,” katanya.
Sebagai informasi, Kelenteng Gondomanan merupakan tempat peribadatan umat Tridharma di Daerah Istimewa Yogyakarta dan berada di bawah naungan Yayasan Tempat Ibadah Fuk Ling Miau. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 26 Maret 2007 berdasarkan Surat Perintah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor PM.25/PW.007/MKP/2007.
(Ip/opinijogja)















