Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

Pemkab Sleman Pastikan Ramadhan Kondusif, Harga Stabil, Sekolah Tetap Adaptif

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jumpa pers Ramadhan 1447 H. Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar jumpa pers bertajuk “Ramadhan Aman, Harga Terkendali, Pendidikan Tetap Berkualitas”, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini membahas pengamanan Ramadhan, stabilitas harga bahan pokok, serta penyesuaian pembelajaran selama bulan puasa (opinijogja)

 

Satpol PP siapkan patroli gabungan, TPID gelar operasi pasar, sementara Dinas Pendidikan sesuaikan kalender belajar selama Ramadhan 1447 H.

SLEMAN, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah berjalan aman dan kondusif, harga bahan pokok tetap terkendali, serta kegiatan pendidikan berlangsung adaptif.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Jumpa Pers bertajuk “Ramadhan Aman, Harga Terkendali, Pendidikan Tetap Berkualitas” yang digelar Kamis (12/2/2026).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, mengatakan Pemkab Sleman telah menerapkan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2023 yang disempurnakan dengan Perbup Nomor 9 Tahun 2025 terkait penyelenggaraan usaha selama Ramadhan dan Idulfitri.

“Satpol PP Kabupaten Sleman telah melakukan sosialisasi Peraturan Bupati terkait Ramadhan kepada para pelaku usaha, khususnya usaha hiburan malam. Ini agar mereka memahami ketentuan operasional selama Ramadhan,” ujar Indra.

Ia menambahkan, patroli gabungan bersama OPD terkait, TNI, dan Polri akan dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Februari 2026.

“Patroli ini untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha sekaligus menjaga suasana Ramadhan tetap aman dan kondusif,” katanya.

Terkait penindakan, Indra menegaskan pendekatan yang digunakan tetap humanis.

“Jika ditemukan pelanggaran, kami akan memberikan teguran sesuai ketentuan, dengan pendekatan persuasif, humanis, dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Bagian Perekonomian Setda Sleman, Heri Setyawati, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Baca Juga:  Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Bejiharjo Ditangkap di Klaten

“Menjelang Ramadhan, pemerintah daerah fokus menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok agar tetap aman bagi masyarakat,” kata Heri.

Upaya tersebut dilakukan melalui operasi pasar, pemantauan harga harian sebagai early warning system, pengawasan distribusi, serta koordinasi dengan distributor dan pedagang besar.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah operasi pasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pemantauan harga harian sebagai sistem deteksi dini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami akan menyampaikan secara konsisten bahwa stok pangan aman. Masyarakat tidak perlu panic buying karena pasokan tersedia,” tambahnya.

Di sektor pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi menyampaikan bahwa kebijakan libur Ramadhan secara nasional masih menunggu arahan pemerintah pusat.

“Untuk libur Ramadhan secara resmi masih menunggu kebijakan dari pusat. Sekolah saat ini sudah memiliki kalender pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Sleman, Akhmad Ritaudin, menjelaskan adanya penyesuaian kegiatan belajar mengajar selama Ramadhan 2026.

“Libur awal Ramadhan dimulai 18 sampai 20 Februari 2026, dilanjutkan akhir pekan 21–22 Februari. Pembelajaran tatap muka kembali dilakukan mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026,” jelas Akhmad.

Adapun libur pasca Ramadhan ditetapkan pada 16–17 Maret serta 23–27 Maret 2026.

Ia menambahkan, selama Ramadhan pembelajaran diarahkan pada penguatan karakter, pembiasaan ibadah, literasi, serta penyesuaian metode belajar yang memperhatikan kondisi fisik murid.

“Selama Ramadhan, pembelajaran diarahkan pada penguatan pendidikan karakter, pembiasaan ibadah, serta keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakapolda DIY Cek Tol Purwomartani dan Pos Bantul, Pengamanan Arus Balik dan Wisata Diperketat
Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Sehari Tembus 25 Ribu Pengunjung
Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Wabup Sleman Danang Maharsa Salat Idul Fitri 1447 H di Sendangadi, Ajak Warga Perkuat Silaturahmi
Bupati Sleman Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, 564 Personel Disiagakan
Jelang Lebaran 2026, Pemeliharaan Jalur Mudik di Sleman Rampung, DPUPKP Siaga 24 Jam
H-1 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Prambanan Mulai Meningkat, Dishub Sleman: Masih Ramai Lancar
Kementan Perkuat Penyuluh Pertanian di DIY untuk Dukung Swasembada Pangan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 04:40 WIB

Wakapolda DIY Cek Tol Purwomartani dan Pos Bantul, Pengamanan Arus Balik dan Wisata Diperketat

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:46 WIB

Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Sehari Tembus 25 Ribu Pengunjung

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:23 WIB

Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:36 WIB

Wabup Sleman Danang Maharsa Salat Idul Fitri 1447 H di Sendangadi, Ajak Warga Perkuat Silaturahmi

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:09 WIB

Bupati Sleman Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, 564 Personel Disiagakan

Berita Terbaru