Menyelami Kearifan Jawa di Museum Pawukon Kwarakan, Daya Tarik Budaya Desa Wisata Sidorejo

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peserta mengikuti kegiatan Macapatan Wuku di Museum Pawukon Kwarakan, Desa Wisata Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Melalui tembang Jawa dan pembacaan wuku, pengunjung diajak memahami penanggalan tradisional sekaligus kearifan lokal Jawa dalam suasana yang khidmat dan edukatif.

 

Kulon Progo, opinijogja – Berkunjung ke Desa Wisata Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, belum lengkap tanpa singgah di Museum Pawukon Kwarakan. Destinasi wisata budaya ini menawarkan pengalaman unik mengenal kearifan lokal Jawa melalui sistem penanggalan tradisional yang sarat makna.

Museum Pawukon Kwarakan lahir dari upaya pelestarian Naskah Pawukon Kiai Jotirto, warisan milik warga Padukuhan Kwarakan, simbah Jotirto. Naskah ini memuat sistem penanggalan Jawa dengan 30 wuku yang sejak dahulu digunakan masyarakat untuk membaca waktu, menentukan hari baik dan buruk, hingga memahami karakter manusia berdasarkan hari kelahiran.

Melalui pawukon, pengunjung tak hanya melihat koleksi, tetapi juga diajak belajar secara langsung. Mulai dari pembacaan karakter wuku, peracikan jamu sesuai wuku kelahiran, hingga mengenal tradisi Jawa dalam memaknai siklus kehidupan. Konsep ini menjadikan Museum Pawukon bukan sekadar ruang pamer, melainkan ruang belajar budaya yang interaktif.

Museum ini berlokasi strategis di kawasan Desa Wisata Sidorejo, sehingga mudah dijangkau wisatawan. Kehadirannya memperkuat Sidorejo sebagai desa wisata berbasis edukasi dan budaya, sekaligus menjadi salah satu daya tarik unggulan di wilayah barat Yogyakarta.

Baca Juga:  Bupati Kulon Progo Lantik 100 Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional

Museum Pawukon mulai beroperasi pada 1 September 2022 dengan nama Omah Wuku. Seiring meningkatnya minat wisatawan, museum kemudian menempati lokasi baru dan resmi dibuka kembali untuk umum pada 18 Juni 2023.

Selain naskah pawukon, pengunjung dapat melihat beragam artefak budaya seperti kalamudheng, lesung, jembangan air, patung dewa-dewi, wayang, hingga lumpang batu. Museum ini juga mengembangkan wisata berbasis wellness dengan aktivitas menggurat lontar, iluminasi naskah daluwang, serta peracikan jamu tradisional.

Daya tarik Museum Pawukon semakin lengkap melalui kolaborasi dengan Sanggar Seni Watugunung. Setiap Sabtu pagi digelar Kelas Budaya yang terbuka untuk anak-anak hingga dewasa. Sementara itu, pada malam hari pengunjung dapat mengikuti Macapatan Wuku, menikmati tembang-tembang Jawa sekaligus memahami filosofi di balik tiap wuku.

Dengan perpaduan wisata edukasi, budaya, dan wellness, Museum Pawukon Kwarakan menawarkan pengalaman wisata yang autentik dan berbeda. Cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kearifan lokal Jawa sambil menikmati suasana khas Desa Wisata Sidorejo.

(Ip/opinijogja)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga
DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur
Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera
Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong
Pemeliharaan Jalan Desa di Sleman Dikebut, 86 Titik Masuk Program Perbaikan 2026
Sleman Gandeng Kemenkum DIY, Perkuat Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual hingga Tempe Pondoh
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:10 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:56 WIB

DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:32 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:33 WIB

Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:40 WIB

Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong

Berita Terbaru