Mahasiswa ISI Surakarta Ciptakan Motif Batik Parang Gading Sragen untuk Bahan Ajar SLB dan Hijab Kekinian

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Karya batik Mahasiswa ISI Surakarta, Batik parang Gading Sragen.

 

SRAGEN, opinijogja – Mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, menghadirkan inovasi kreatif melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan di SLB Negeri Sragen. Mereka menciptakan Motif Batik Parang Gading Sragen yang dikembangkan sebagai bahan ajar jurusan batik SLB Negeri Sragen sekaligus diaplikasikan ke dalam produk fashion berupa hijab.

Kegiatan yang berlangsung hingga puncaknya pada 18 Desember 2025 ini bertujuan mengintegrasikan pendidikan, budaya lokal, dan semangat inklusivitas. Motif Batik Parang Gading Sragen terinspirasi dari fosil gading gajah purba Sangiran, salah satu kekayaan arkeologis Kabupaten Sragen. Motif tersebut dipadukan dengan unsur bahasa isyarat vokal (A, I, U, E, O) sebagai simbol kesetaraan dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk belajar dan berkarya.

Penciptaan motif ini dirancang tidak hanya mempertimbangkan nilai estetika, tetapi juga aspek pedagogis. Mahasiswa menyederhanakan pola geometris agar mudah dipahami dan diikuti oleh siswa SLB dengan beragam kebutuhan khusus, baik tunarungu maupun tunagrahita.

“Motif Batik Parang Gading Sragen ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga media pembelajaran yang sarat makna lokal dan nilai inklusivitas,” ujar Danang Priyanto, S.Sn., M.Sn., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prodi Desain Mode Batik FSRD ISI Surakarta.

Baca Juga:  Museum Pakuwon dan Kitab yang Mengajarkan Kita Cara Merawat Waktu

 

Motif tersebut kemudian diaplikasikan pada produk hijab dengan teknik canting tulis menggunakan malam batik dan pewarnaan naptol. Hasilnya menunjukkan bahwa batik tradisional dapat tampil modern dan mengikuti selera generasi muda tanpa kehilangan jati diri budayanya.

Program MBKM ini mendapat apresiasi dari pihak SLB Negeri Sragen. Selain menjadi bahan ajar, motif batik berbasis potensi lokal dinilai mampu menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap daerah asalnya serta memperkenalkan peluang ekonomi di bidang industri kreatif.

“Pecahan motif ini akan digunakan sebagai bahan ajar siswa jurusan batik. Media ini memudahkan anak-anak dalam belajar menggambar atau mengeblat motif batik,” kata Suhanto, S.Pd., Guru Jurusan Batik SLB Negeri Sragen.

Sebagai puncak kegiatan MBKM, mahasiswa menyelenggarakan gelar karya di Pendopo SLB Negeri Sragen. Acara ini menjadi wadah apresiasi karya siswa dan mahasiswa sekaligus memperlihatkan hasil kolaborasi seni batik dengan pendidikan inklusif.

Dalam gelar karya tersebut, siswi SLB Negeri Sragen tampil sebagai model dalam sesi fashion show hijab, membawakan Batik Parang Gading Sragen hasil karya mahasiswa. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para undangan, termasuk kalangan akademisi dan pendidik.

Melalui program MBKM Proyek Kemanusiaan ini, mahasiswa ISI Surakarta tidak hanya belajar di luar kampus, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan pendidikan inklusif, pelestarian budaya batik, serta pemberdayaan siswa berkebutuhan khusus di daerah.

(Ip/opinijogja).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misi Eropa John Herdman: 4 Pemain Keturunan Ini Bisa Perkuat Timnas Indonesia
Komisi III DPR RI Tinjau Kesiapan Aparat Hukum DIY Hadapi KUHP-KUHAP Nasional 2026
ARPI Desak Kejari Sleman Tetapkan Putra Mahkota Mantan Bupati Sleman sebagai Tersangka
Posbankum 100% di Kulon Progo, Menkum Beri Penghargaan
Posbankum Terbentuk di Seluruh Kalurahan DIY, Harda Harap Akses Keadilan Makin Mudah
Awal 2026, Pariwisata Indonesia Raih Sederet Penghargaan Internasional
Labuhan Ageng Merapi Tahun Dal Digelar Lebih Sakral
Labuhan Ageng Merapi di Sleman, 11 Ubo Rampe Diboyong ke Srimanganti
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:43 WIB

Misi Eropa John Herdman: 4 Pemain Keturunan Ini Bisa Perkuat Timnas Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:58 WIB

Komisi III DPR RI Tinjau Kesiapan Aparat Hukum DIY Hadapi KUHP-KUHAP Nasional 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:40 WIB

ARPI Desak Kejari Sleman Tetapkan Putra Mahkota Mantan Bupati Sleman sebagai Tersangka

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:45 WIB

Posbankum 100% di Kulon Progo, Menkum Beri Penghargaan

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:03 WIB

Posbankum Terbentuk di Seluruh Kalurahan DIY, Harda Harap Akses Keadilan Makin Mudah

Berita Terbaru

Opinijogja

Kenyang Diprioritaskan, Pendidikan Ditinggalkan

Rabu, 21 Jan 2026 - 23:48 WIB