Foto: Kapolda DIY bersama Pakualam X.
Yogyakarta, opinijogja — Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung aman dan tertib. Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan wisatawan yang telah merayakan malam tahun baru dengan penuh kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan.
Apresiasi tersebut disampaikan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., saat melakukan pemantauan langsung situasi keamanan di Pos Terpadu Teteg Malioboro, Rabu (1/1), bersama unsur Forkopimda DIY, Wali Kota Yogyakarta, serta instansi terkait.
Menurut Anggoro, keberhasilan pengamanan malam pergantian tahun tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik serta kepatuhan terhadap imbauan petugas di lapangan.
“Kepatuhan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas menjadi kunci utama suksesnya perayaan malam tahun baru kali ini. Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Kapolda DIY juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimda DIY, TNI, instansi terkait, jaga warga, serta seluruh elemen masyarakat atas sinergi dan kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan pengamanan.
Ia menjelaskan, indikator keberhasilan Operasi Lilin Tahun Baru 2026 antara lain terurainya titik-titik kemacetan, tidak adanya kecelakaan lalu lintas menonjol meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan, serta nihilnya gangguan kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan dengan baik sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif,” kata Anggoro.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyebut kehadiran Kapolda DIY yang turun langsung ke lapangan merupakan bagian dari pengawasan dan pengendalian untuk memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi motivasi tersendiri bagi personel agar bekerja lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ihsan.
Ia menambahkan, sebanyak 3.813 personel Polda DIY dikerahkan untuk mengamankan 88 lokasi perayaan malam tahun baru dengan estimasi massa mencapai 436.633 orang, termasuk pengamanan 116 gereja yang melaksanakan misa malam tahun baru.
Selain pengamanan personel, Polda DIY juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, antara lain melalui live streaming, pemantauan CCTV, serta penggunaan drone di titik-titik keramaian untuk memastikan situasi tetap terkendali.
“Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan memadukan kehadiran personel di lapangan dan dukungan teknologi,” kata Ihsan.
Berdasarkan laporan dari seluruh Polres jajaran, perayaan malam pergantian tahun dan pelaksanaan misa malam tahun baru di wilayah DIY berlangsung aman dan tertib. Meski tanpa euforia berlebihan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana, suasana kebersamaan tetap terasa dalam perayaan yang santun dan harmonis. (Jon/opinijogja)







