Foto: laguna pantai Depok, (dok Dispar Bantul).
Bantul, opinijogja – Liburan ke Bantul masih jadi pilihan banyak wisatawan. Sepanjang 2025, jumlah pengunjung yang datang ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Bantul tercatat sudah menembus 3,8 juta orang. Angka ini masih berpeluang bertambah hingga akhir tahun, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru.
Jumlah tersebut mendekati target kunjungan wisata tahun 2025 yang dipatok sebanyak 5 juta pengunjung. Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul masih terus menghitung realisasi kunjungan hingga penutupan akhir tahun.
Di tengah ramainya kunjungan wisata, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Bantul hingga 17 Desember 2025 tercatat mencapai Rp24.996.323.000. Namun, capaian tersebut masih berada di bawah target PAD tahun ini yang ditetapkan sekitar Rp40 miliar.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Endri Astuti, menjelaskan bahwa target kunjungan wisatawan dan target PAD merupakan dua indikator yang berbeda dan tidak selalu berjalan beriringan.
“Sampai hari ini, realisasi kunjungan wisata berada di angka sekitar 3,8 juta pengunjung dan kemungkinan masih akan terus bertambah,” kata Endri saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Ia menambahkan, data kunjungan wisatawan dihimpun secara menyeluruh, mencakup seluruh objek wisata di Bantul, baik yang menerapkan retribusi maupun yang tidak.
“Data kunjungan itu mencakup semua objek wisata, termasuk museum dan desa wisata, baik yang beretribusi maupun tidak,” jelasnya.
Endri memastikan bahwa realisasi PAD pariwisata tahun ini tidak akan memenuhi target, meski angka kunjungan wisata terbilang tinggi.
“Target dan realisasi kunjungan itu kan jumlah menyeluruh, baik yang beretribusi maupun tidak,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















