Foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar merayakan Idul Fitri 1447 H secara sederhana, khidmat, serta menjaga ketertiban dan toleransi di tengah perbedaan.
SLEMAN, opinijogja – Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengimbau masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H secara sederhana, khidmat, dan penuh makna.
Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi, serta membangun persaudaraan di tengah masyarakat.
“Masyarakat diharapkan merayakan Idul Fitri secara sederhana, khidmat dalam beribadah, serta menguatkan silaturahmi dan persaudaraan,” ujar Susmiarto saat dikonfirmasi opinijogja, Selasa (17/03/2026)
Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya. Menurutnya, sikap toleransi dan saling menghargai menjadi kunci menjaga kerukunan.
“Terkait adanya perbedaan dalam pelaksanaan Lebaran, masyarakat diharapkan tetap saling menghormati dan menghargai keyakinan pihak lain,” tegasnya.
Susmiarto juga mengimbau agar masyarakat menghindari berbagai aktivitas negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, termasuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman, ketertiban umum, serta melanggar aturan hukum.
Sementara itu, bagi para pemudik, ia mengingatkan untuk mempersiapkan kondisi fisik yang prima, memastikan kendaraan dalam keadaan aman dan layak jalan, serta tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.
“Pemudik harus memastikan kondisi fisik sehat, kendaraan aman, dan berkendara secara tertib dengan mematuhi aturan yang berlaku,” katanya.
Ia berharap, perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar, sekaligus menjadi momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan bagi umat Muslim.
“Semoga perayaan Idul Fitri 1447 H berjalan aman, selamat, serta membawa peningkatan iman dan takwa, serta menghadirkan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















